Pencarian

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Serap Aspirasi SMAN 12 Padang, Guru Keluhkan Meja Kursi hingga Air Bersih Usai Banjir Bandang

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 16:01:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Serap Aspirasi SMAN 12 Padang, Guru Keluhkan Meja Kursi hingga Air Bersih Usai Banjir Bandang
Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman mendengarkan keluhan guru dan siswa SMAN 12 Padang terkait fasilitas sekolah pascabanjir bandang.

PADANG — Rangkaian reses perseorangan DPRD Sumatera Barat masa persidangan ketiga Tahun Sidang 2025-2026 membawa Evi Yandri Rajo Budiman ke SMAN 12 Nanggalo, Padang. Dalam pertemuan itu, para guru dan siswa menyampaikan langsung berbagai persoalan yang menghambat kegiatan belajar mengajar pascabencana hidrometeorologi pada 27 November lalu.

Salah satu guru mengaku fasilitas penunjang mengajar di sekolahnya sudah tidak layak pakai. Ia meminta bantuan pengadaan mobiler berupa meja, kursi, dan loker guru.

"Kami memerlukan meja dan kursi baru, Pak. Fasilitas yang lama sudah tidak layak pakai karena terendam lumpur saat banjir bandang kemarin," ujar guru tersebut kepada Evi Yandri.

Banjir November Sisakan Lumpur Tebal di Area Sekolah

Bencana November lalu tidak hanya merendam gedung sekolah dengan air, tetapi juga menyisakan endapan lumpur tebal. Guru lainnya mengungkapkan bahwa Evi Yandri sempat meninjau langsung proses pembersihan lumpur pascabencana. Tahun ini, sekolah juga telah menerima bantuan laptop dari dana pokok pikiran (pokir) Evi Yandri.

SMAN 12 Padang tercatat kerap terdampak banjir, termasuk pada 3 Agustus lalu, namun air cepat surut. Kondisi berbeda terjadi pada November lalu karena material lumpur ikut terbawa, menjadikannya bencana terparah yang dialami sekolah.

"Pak, mohon dicarikan solusi agar sekolah dan jalan akses ke sini tidak banjir lagi. Kami kesulitan untuk datang belajar," keluh seorang siswa.

Air Bersih Keruh dan Berbau Besi, Sekolah Andalkan Sumur Bor

Persoalan lain yang mencuat adalah krisis air bersih. Seorang siswi mengungkapkan air sekolah keruh dan berbau besi, bahkan kadang tidak ada sama sekali. Padahal, air sangat dibutuhkan untuk berwudu dan keperluan toilet.

Pihak sekolah membenarkan kendala tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan seribu lebih siswa dan guru, sekolah telah membuat empat sumur bor dengan kedalaman hingga 60 meter. Namun, air yang keluar tetap keruh.

"Kalau menggunakan layanan PDAM airnya jernih, tetapi alirannya sering mati sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan sekolah," jelas salah seorang guru.

Lahan Lapangan Tergerus Gedung Baru, Akreditasi 2027 Terancam

Ketiadaan lapangan olahraga yang memadai juga menjadi sorotan. Lahan lapangan yang ada saat ini sebagian besar sudah terpakai untuk pembangunan gedung baru. Guru olahraga mengingatkan bahwa sekolah akan menghadapi penilaian akreditasi pada 2027 dan tanpa lapangan yang layak, nilai akreditasi terancam turun.

Akibat keterbatasan fasilitas, siswa kerap terpaksa mengikuti materi jam olahraga di dalam ruang kelas. Untuk kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal dan basket, siswa menyewa lapangan di luar sekolah dengan biaya mandiri yang tidak sedikit.

"Sewa lapangan futsal mencapai Rp200 ribu per jam. Kasihan siswa yang punya semangat tinggi untuk berolahraga," tambahnya. Para siswa juga berharap mendapat bantuan alat penunjang ekstrakurikuler seperti alat musik tradisional talempong dan tenda PMR.

Evi Yandri Minta Master Plan dan Anggaran Bertahap

Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Evi Yandri meminta pihak sekolah segera menyusun perencanaan pembangunan yang matang. Ia menekankan pentingnya master plan agar pembangunan tidak terhambat saat terjadi pergantian kepala sekolah.

"Harus ada master plan yang jelas. Jangan sampai saat kepala sekolah berganti, kebijakannya ikut berubah. Itu akan menyulitkan pembangunan," tegas Evi.

Evi berjanji akan membawa persoalan fisik, pengadaan mobiler, fasilitas lapangan, hingga penyediaan air bersih ini untuk dibahas bersama Dinas Pendidikan Sumbar. Ia memastikan anggaran pemenuhannya akan diupayakan secara bertahap.

Di akhir pertemuan, Evi Yandri sempat menguji respons siswa mengenai kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh siswa kompak meminta program tersebut diteruskan, meski mereka memberikan catatan kritis terkait kualitas makanan.

"Kami ingin program ini lanjut, Pak. Namun kualitasnya harus diperbaiki. Menunya jangan telur terus-menerus, dan kebersihannya harus dijaga," ujar seorang siswa berseloroh.

Turut hadir dalam pertemuan itu Kabid pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, pengawas sekolah, dan Sekcam Nanggalo.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: relasipublik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks