SUMATERA BARAT — Ratusan SPBU yang tersebar di delapan kabupaten di Pulau Flores kini tidak ada lagi yang berstatus nonaktif. Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh fasilitas penyaluran bahan bakar tersebut telah beroperasi normal, menyusul proses pemulihan sarana dan pembukaan akses distribusi yang berjalan cepat.
“Seluruh SPBU di Pulau Flores saat ini sudah kembali beroperasi. Ini merupakan hasil dari kerja cepat dan kolaboratif seluruh tim, mulai dari pemulihan sarana dan fasilitas, pembukaan akses distribusi, hingga penerapan skema alih suplai untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).
Sebaran SPBU di Delapan Kabupaten
Pulau Flores memiliki jaringan SPBU yang cukup padat untuk melayani kebutuhan transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dari total 56 unit yang tersebar, Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah SPBU terbanyak, yakni 12 unit. Disusul Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat yang masing-masing memiliki delapan unit.
Wilayah lain seperti Flores Timur memiliki tujuh SPBU, Kabupaten Ngada dan Manggarai Timur masing-masing enam unit, serta Ende lima unit. Adapun Kabupaten Nagekeo menjadi daerah dengan jumlah SPBU paling sedikit, yaitu empat unit.
Skema Alih Suplai dan Prioritas Penanganan Bencana
Dalam proses pemulihan pasca-gempa, Pertamina tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik yang rusak. Perusahaan juga menerapkan skema alih suplai untuk memastikan distribusi BBM tetap mengalir ke titik-titik yang membutuhkan, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi pusat evakuasi dan logistik bencana.
Langkah ini menjadi krusial karena ketersediaan BBM sangat menentukan mobilitas alat berat, kendaraan evakuasi, serta pasokan listrik darurat di pengungsian. Dengan pulihnya seluruh SPBU, masyarakat dan tim tanggap darurat kini tidak perlu khawatir akan kelangkaan bahan bakar selama masa pemulihan berlangsung.
Pertamina memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Perusahaan berkomitmen menjaga stok tetap tersedia hingga kondisi di Flores benar-benar pulih dari dampak gempa.