Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memberikan hadiah uang tunai dan Al Quran kepada warga binaan yang mampu menghafal Asmaul Husna serta sejumlah surat pendek. Program ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang bertujuan menenangkan hati para narapidana selama menjalani masa hukuman.
LUBUKBASUNG — Para warga binaan di Lapas Kelas II B Lubuk Basung kini punya motivasi baru untuk mendekatkan diri pada ajaran agama. Mereka yang berhasil menghafal Asmaul Husna, Surah Al-Infitar, dan Al Baqarah akan menerima hadiah berupa uang tunai dan Al Quran dari pihak lapas.
Kepala Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Budi Suharto, menyebut pemberian hadiah ini merupakan bentuk sayembara sekaligus dorongan agar para warga binaan aktif dalam kegiatan keagamaan. Al Quran yang diberikan nantinya bisa digunakan untuk mengaji di dalam kamar hunian.
Al Quran Jadi Penguat Mental Selama di Dalam Sel
Budi menjelaskan, dengan rutin membaca Al Quran, para warga binaan diharapkan mampu mengelola emosi dan mengurangi potensi pelanggaran selama di dalam lapas. Kegiatan mengaji dinilai efektif untuk menciptakan suasana hati yang lebih tenang dan damai.
"Dengan banyak membaca Al Quran maka mereka bakal tenang dan mereka tidak akan membuat hal-hal negatif lainnya," kata Budi Suharto di Lubuk Basung, Sabtu.
Ide pemberian hadiah ini berawal dari diskusi Budi dengan warga binaan saat dirinya baru bertugas di lapas tersebut. Dari perbincangan itu, terungkap bahwa sebagian warga binaan tidak memiliki Al Quran pribadi untuk beribadah.
Modal Usaha untuk Bekal Setelah Bebas
Pembinaan keagamaan ini berjalan beriringan dengan program keterampilan kerja. Lapas Kelas II B Lubuk Basung juga membekali warga binaan dengan pelatihan las, membuat bunga, berkebun, budidaya ikan, serta beternak ayam dan itik petelur.
Pelatihan tersebut dirancang agar para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bisa dikembangkan setelah bebas. Dengan begitu, mereka diharapkan mampu mandiri dan kembali diterima dengan baik oleh keluarga serta masyarakat.
Bupati Agam, Benni Warlis, mengapresiasi langkah Lapas Lubuk Basung dalam membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan. Menurutnya, ilmu yang diberikan selama di dalam lapas akan sangat bermanfaat untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri setelah mereka menjalani masa tahanan.