PADANG — BMKG meminta warga di tiga kecamatan, yakni Koto Xi Tarusan, Kubung, dan Lubuk Sikarah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang diprakirakan terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam. Peringatan dini bersifat nowcast ini dikeluarkan karena pertumbuhan awan hujan terpantau signifikan di wilayah tersebut.
Berdasarkan rilis BMKG yang diterima media, peringatan berlaku sejak pukul 22.40 WIB hingga tengah malam nanti. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan sejumlah dampak yang perlu diantisipasi warga.
Dampak yang Perlu Diwaspadai Warga
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama periode peringatan berlangsung. Potensi dampak yang perlu diantisipasi meliputi berkurangnya jarak pandang, angin kencang, hingga genangan air atau banjir lokal di titik-titik rawan.
Warga yang tengah beraktivitas atau melintas di wilayah terdampak diminta menyiapkan langkah pencegahan demi keselamatan. Langkah antisipasi seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan mengamankan barang-barang yang mudah terbawa angin disarankan untuk dilakukan.
Pemicu Pertumbuhan Awan Hujan di Sumbar
Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh suhu udara yang cukup hangat disertai tingkat kelembapan tinggi. Di Kota Padang, suhu harian pada hari yang sama diprakirakan berada di kisaran 25–28 derajat Celcius dengan kondisi cerah pada pagi hingga siang hari.
Kombinasi panas dan kelembapan tersebut menjadi energi bagi pertumbuhan awan konvektif yang kemudian matang menjadi awan hujan pada sore hingga malam hari. Fenomena ini umum terjadi di wilayah tropis seperti Sumatera Barat.
Peringatan Bersifat Sementara dan Dinamis
BMKG menegaskan bahwa peringatan dini yang dikeluarkan bersifat sementara atau nowcast dan dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG maupun media terpercaya untuk mendapatkan pembaruan kondisi.
Pihak berwenang di tingkat kecamatan dan kelurahan juga diharapkan dapat meneruskan informasi ini kepada warga, khususnya mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan lereng bukit.