SUMATERA BARAT — Google TV Streamer hadir sebagai penerus Chromecast dengan Google TV yang diharapkan menjadi primadona baru di ruang keluarga. Namun, performa yang belum stabil membuat perangkat ini sulit direkomendasikan, khususnya untuk pengguna yang menginginkan pengalaman streaming mulus tanpa hambatan teknis.
Masalah Utama: Layar Berkedip dan Reboot Mendadak
Dalam pengujian yang dilakukan, keluhan paling sering muncul adalah layar yang berkedip secara acak. Ini bukan sekadar gangguan kecil; frekuensinya cukup sering dan mengganggu konsentrasi saat menonton film atau acara favorit.
Lebih parahnya lagi, perangkat juga mengalami restart sendiri tanpa peringatan. Momen menonton yang sudah nyaman tiba-tiba terputus, dan pengguna harus menunggu perangkat menyala kembali dan memuat ulang aplikasi.
Antarmuka Kurang Responsif
Selain masalah tampilan, antarmuka pengguna (UI) juga terasa lambat dan tidak responsif. Navigasi antar menu dan aplikasi sering mengalami lag, membuat interaksi sehari-hari terasa berat. Padahal, kelancaran UI adalah salah satu faktor kunci kenyamanan perangkat streaming.
Masalah-masalah ini dinilai cukup ironis karena Google sendiri adalah pengembang utama sistem operasi Android TV. Pengguna yang sebelumnya beralih dari perangkat Fire TV Stick karena pengalaman Android TV yang lebih baik, justru menemukan masalah pada perangkat buatan Google sendiri.
Perbandingan dengan Perangkat Streaming Lain
Perangkat streaming modern lain di kelasnya, seperti Apple TV 4K atau Nvidia Shield TV, menawarkan stabilitas yang jauh lebih baik. Mereka jarang mengalami masalah seperti layar berkedip atau reboot mendadak, sehingga pengalaman menonton bisa lebih fokus pada konten, bukan pada gangguan teknis perangkat.
Kesan yang muncul adalah kurangnya perawatan (maintenance) yang serius dari pihak Google terhadap perangkat keras streaming miliknya sendiri. Pembaruan software yang ada tampaknya belum mampu menyelesaikan akar masalah stabilitas ini.
Kesimpulan: Menjanjikan tapi Belum Siap
Google TV Streamer sebenarnya punya fondasi yang kuat dengan dukungan ekosistem Google. Namun, masalah bug yang masih sering terjadi membuatnya sulit untuk direkomendasikan sebagai pembelian utama saat ini.
Bagi pengguna yang sudah terlanjur memiliki perangkat ini, harapannya adalah Google segera merilis pembaruan software yang signifikan untuk mengatasi masalah stabilitas. Jika tidak, perangkat ini hanya akan menjadi pilihan kedua dibandingkan kompetitornya yang lebih andal di pasar Indonesia.