SUMATERA BARAT — Xiaomi mulai menggulirkan sistem antarmuka (UI) terbarunya, HyperOS 4, dalam versi beta publik mulai 14 Agustus 2026. Suksesor HyperOS 3 ini membawa perubahan besar pada tampilan, efisiensi memori, hingga integrasi fitur kecerdasan buatan (AI) yang lebih dalam.
Untuk tahap awal, pembaruan ini hanya menyasar perangkat di China. Xiaomi belum mengumumkan jadwal peluncuran untuk pasar global, termasuk Indonesia.
Daftar Perangkat yang Kebagian Update Pertama
Xiaomi membagi jadwal peluncuran HyperOS 4 ke dalam tiga gelombang. Total ada 29 perangkat yang masuk daftar awal, mencakup lini flagship Xiaomi hingga tablet Redmi.
Batch 1 — 14 Agustus 2026:
- Xiaomi 17T
- Xiaomi 17T Pro
- Redmi K Pad 2
Batch 2 — 27 Agustus 2026:
- Xiaomi 17
- Xiaomi 17 Pro
- Redmi Note 17 Pro
- Redmi Note 17
Batch 3 — 17 September 2026:
- Xiaomi 16T
- Xiaomi 16T Pro
- Redmi Pad Pro 2
- Redmi K Pad
Perangkat di luar daftar tersebut akan menyusul dalam gelombang berikutnya. Xiaomi merilis daftar ini secara bertahap, jadi pengguna disarankan memantau pengaturan sistem untuk notifikasi pembaruan.
Desain Baru Soft Light Glass dan Optimalisasi Memori
HyperOS 4 memperkenalkan bahasa desain bernama Soft Light Glass. Elemen transparan dan efek pencahayaan kini diterapkan di berbagai bagian sistem, mulai dari Quick Settings, tombol menu, widget, hingga folder.
Xiaomi juga menambahkan opsi ukuran jam besar di layar kunci dan fitur notifikasi bertumpuk. Aplikasi bawaan seperti Phone dan Gallery mendapat penyegaran desain, termasuk tab bawah mengambang di aplikasi Phone dan efek blur yang ditingkatkan di Gallery.
Dari sisi performa, Xiaomi mengklaim HyperOS 4 berjalan dengan penggunaan memori lebih rendah dibanding pendahulunya. Lingkungan runtime aplikasi dirancang ulang agar aplikasi bawaan berjalan lebih efisien. Dalam pengujian internal, waktu membuka 30 aplikasi secara berurutan setelah pemakaian lama berkurang 17,5 persen, sementara frame drop turun hingga 28,9 persen.
Peningkatan ini dibantu AI yang memprediksi sumber daya yang dibutuhkan selanjutnya dan memuatnya ke RAM terlebih dahulu. Alhasil, aplikasi langsung siap dipakai saat pengguna memberi perintah.
Daya Tahan Baterai dan Kamera Lebih Efisien
Xiaomi mengklaim daya tahan baterai meningkat dibanding HyperOS 3. Kecepatan menggulir kumpulan thumbnail foto di aplikasi Gallery diklaim lebih cepat hingga 90 persen.
Algoritma pemrosesan foto HDR juga disempurnakan. Waktu pemrosesan kini hanya 240 milidetik, lebih cepat dari HyperOS 3 yang mencapai 310 milidetik. Proses pemutaran video juga ditingkatkan untuk memangkas masalah penurunan frame.
Fitur AI Baru: Rangkuman Rekaman hingga Kontrol Mobil Pintar
HyperOS 4 membawa sejumlah fitur berbasis AI yang terintegrasi langsung ke aplikasi sistem. Aplikasi Recorder kini bisa membuat rangkuman dan poin-poin penting dari rekaman suara, sekaligus melewati bagian rekaman yang hening.
Super XiaoAI Input Method mendapatkan kemampuan voice-to-text terstruktur dan input terjemahan suara secara real-time. Sementara itu, AI Voice Notes memungkinkan pengguna menambahkan gambar ke dalam catatan, lalu AI akan mengambil kesimpulan penting dan membuat daftar tugas.
Xiaomi juga mengandalkan model AI buatannya sendiri, MiMo, untuk menjalankan Super AI Assistant 2.0. Asisten ini bisa membantu transkripsi suara, mengatur catatan, mencari foto di galeri, membuat rencana perjalanan, hingga mengontrol perangkat smart home dan mobil pintar.
Untuk permintaan yang lebih kompleks, Super AI Assistant 2.0 menggunakan Super Island—antarmuka pop-up di sekitar kamera depan—untuk menunjukkan bahwa perintah sudah diterima dan sedang diproses.
Ada juga fitur bernama Inspiration Ball, sebuah pointer yang memungkinkan pengguna memberi konteks ke AI berdasarkan objek yang tampil di layar. Misalnya, menyeret pointer ke alamat lalu meminta AI membuka navigasi, atau mengarahkannya ke gambar produk untuk dicari secara online.
Bagi pengguna Xiaomi dan Redmi di Indonesia, pembaruan ini masih perlu ditunggu. Belum ada kepastian kapan HyperOS 4 hadir untuk perangkat di pasar lokal, tetapi riwayat peluncuran HyperOS sebelumnya biasanya menyusul beberapa bulan setelah rilis di China.