SUMATERA BARAT — Penemuan ini berawal dari eksperimen peretasan mobil secara nirkabel pada pertengahan hingga akhir 2010-an. Para peneliti kemudian bertanya-tanya: apakah kerentanan serupa juga bisa dieksploitasi pada pesawat komersial? Karena biaya pesawat utuh sangat mahal, mereka memilih membeli komponen bekas secara bertahap hingga akhirnya berhasil merakit satu unit avionik lengkap untuk dijadikan objek uji.
Ide tersebut mengerucut ketika Aaron Schulman, profesor UCSD yang terlibat dalam proyek ini, sedang meneliti alat skimming kartu kredit. Ia menyadari bahwa bus komunikasi yang disadap para pencuri data tersebut memiliki kemiripan dengan arsitektur yang digunakan pada pesawat. "Kami menyadari bahwa ini adalah ancaman yang masuk akal—seseorang bisa memasang perangkat di bus, membaca data darinya, dan bahkan berpotensi mengendalikannya," ujar Schulman kepada Wired. "Kami sempat berpikir, 'Tunggu dulu, kami harus memikirkan ulang semuanya.'"
Target Serangan: Port Diagnostik yang Hanya Ditutup Debu
Perangkat ini dirancang untuk dipasang pada salah satu dari dua Electronics and Equipment (E&E) bay di Boeing 737, yang terletak di depan atau belakang roda hidung. Port yang biasanya digunakan teknisi untuk menguji dan men