Pencarian

CEO StubHub Didanai Dana Ventura untuk Pendana Massal Scalper di Platform Sendiri

Sabtu, 11 Juli 2026 • 18:45:01 WIB
CEO StubHub Didanai Dana Ventura untuk Pendana Massal Scalper di Platform Sendiri
CEO StubHub Eric Baker tercatat mendanai scalper melalui dana ventura Andro Capital.

SUMATERA BARAT — Laporan CBC yang dirilis pekan ini mengungkap hubungan timbal balik yang rumit antara StubHub dan praktik percaloan tiket. Eric Baker, CEO StubHub, tercatat sebagai pemilik bagian dan direktur pelaksana Andro Capital. Dana ventura ini secara khusus membantu para scalper menjual tiket dalam jumlah besar, tepat di platform StubHub sendiri.

Dampak Langsung ke Kantong Konsumen

Praktik ini bukanlah hal baru. Juru bicara StubHub mengakui hal tersebut kepada CBC, namun baru terungkap secara gamblang setelah pengajuan SEC terbaru. Yang menjadi masalah, Baker dan StubHub tidak pernah transparan soal hubungan ini selama bertahun-tahun. Akibatnya, banyak pengguna kaget saat mengetahui bahwa eksekutif puncak platform mereka justru mendanai pihak yang membuat harga tiket membengkak.

Dampaknya langsung terasa di pasar tiket acara langsung. Harga tiket konser, pertandingan olahraga, dan event besar lainnya meroket dalam beberapa tahun terakhir. Pasar jual-beli tiket kembali (secondary market) tempat StubHub beroperasi dipenuhi oleh bot, harga tidak konsisten, dan biaya tersembunyi. Scalper massal menjadi salah satu pendorong utama ketidakstabilan harga ini.

Konflik Kepentingan di Pucuk Pimpinan

Melalui Andro Capital dan afiliasinya, Colloquy Capital, Baker mengucurkan jutaan dolar ke dalam pipeline ini. Colloquy secara khusus tercatat sebagai mitra yang membiayai scalper massal di platform StubHub. Data SEC menunjukkan dana ventura ini membantu menghasilkan jutaan dolar dalam penjualan tiket di StubHub. Ironisnya, praktik ini justru merugikan konsumen yang membeli tiket dengan harga wajar.

StubHub sendiri bukan pertama kali bermasalah dengan konsumen. Pada April 2025, perusahaan membayar denda USD 10 juta untuk menyelesaikan gugatan dengan Federal Trade Commission (FTC) atas tuduhan iklan harga tiket yang menipu. Baru-baru ini, StubHub juga mendapat kecaman karena membatalkan ribuan pesanan tiket Piala Dunia. Dua gugatan class-action potensial di AS kini membayangi perusahaan atas kekacauan ini.

Angka yang Berbicara

Skala bisnis StubHub sangat besar. Sepanjang 2025, perusahaan menangani transaksi tiket senilai USD 9,2 miliar. Namun, di balik angka fantastis itu, terdapat praktik yang membuat konsumen gigit jari. Konflik kepentingan di level CEO ini menjadi cermin bagaimana industri penjualan tiket kembali masih jauh dari kata ramah konsumen.

Bagi pengguna, temuan ini menjadi pengingat untuk lebih jeli saat membeli tiket di platform pihak ketiga. Selalu bandingkan harga, waspadai biaya tambahan, dan pertimbangkan untuk membeli langsung dari penyelenggara acara jika memungkinkan. Praktik scalping yang didanai oleh pemilik platform sendiri menunjukkan bahwa sistem yang ada saat ini belum sepenuhnya berpihak pada pembeli tiket biasa.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks