PADANG — Assoc. Prof. Derya Iner dari Islamic Sciences and Research Academy (ISRA) dan Charles Sturt University (CSU) Australia menjadi narasumber utama dalam diskusi yang digelar di lingkungan FIS UNP tersebut. Ia menyampaikan pandangan kritisnya mengenai kebijakan pelarangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun yang diterapkan di Australia.
Menurut Derya, pendekatan larangan semata hanya menunda persoalan, bukan menyelesaikannya. Anak-anak dan remaja dinilai belum disiapkan secara mental dan pikiran untuk menghadapi dunia digital yang terus berubah.
Scroll2Action: Mengubah Kebiasaan Scrolling Jadi Aksi Nyata
Dalam paparannya, Derya memperkenalkan program Scroll2Action, sebuah inisiatif dari ISRA Academy yang menggabungkan literasi media sosial dengan pendidikan kewargaan (civic education). Program ini dirancang untuk membekali generasi muda agar kritis memfilter disinformasi dan ujaran kebencian di ruang siber.
Lebih jauh, program ini mendorong mahasiswa untuk mengubah kebiasaan scrolling yang pasif menjadi aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat. Pembekalan etika digital berlandaskan nilai-nilai Islam menjadi fondasi utama dalam program tersebut.
Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Pemerintah
Derya menekankan bahwa penguatan literasi digital dan pendidikan akhlak tidak bisa berjalan sendiri. Keberhasilan penanaman etika digital membutuhkan sinergi yang padu antara pengawasan di lingkungan keluarga, peran lembaga pendidikan di sekolah, serta dukungan kebijakan dan regulasi pemerintah yang adaptif.
Diskusi yang dipandu dosen Departemen IAI FIS UNP, Dhita Ayomi Purwaningtyas, M.Si., ini sejalan dengan kebijakan Kemendiktisaintek tentang Kampus Berdampak. Perguruan tinggi diharapkan hadir tidak sekadar sebagai forum akademik, tetapi juga aktif memberikan solusi nyata atas keresahan sosial masyarakat terkait dampak era digital.
Rencana Kolaborasi Riset dan Publikasi Internasional
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Dekan FIS UNP, Afriva Khaidir, Ph.D., ini juga menghasilkan kesepakatan awal terkait rencana kolaborasi strategis yang berkelanjutan antara Departemen IAI FIS UNP dan ISRA Foundation Australia. Kerja sama tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata prodi dalam memperluas jejaring global untuk mendukung akselerasi UNP menuju World Class University (WCU).
Adapun bentuk kerja sama yang siap direalisasikan ke depan meliputi penelitian bersama (joint research), program pengajaran bersama (team teaching) internasional, serta peluang penerbitan artikel ilmiah pada special issue Australian Journal of Islamic Studies. Jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q2 yang dikelola oleh ISRA Foundation ini menjadi target publikasi bagi dosen dan mahasiswa.
Kemitraan internasional berjangka panjang ini sekaligus memperkuat komitmen kedua lembaga dalam merealisasikan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 16 tentang Perdamaian dan Keadilan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.