PADANG — Semangat perjuangan para pemuda Sumatera Barat pada masa kemerdekaan dinilai tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Ketua PC Garuda KPP RI Tanah Datar, Rezki Aryendi, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan itu harus diterjemahkan menjadi aksi nyata oleh generasi penerus di tengah tantangan zaman yang jauh berbeda.
Menurut Rezki, tugas pemuda saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan dengan karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama. Ia menilai Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dengan segudang tokoh yang berkontribusi besar bagi lahirnya Republik Indonesia, sehingga warisan itu tidak boleh pudar.
Perjuangan Digital: Melawan Hoaks dan Menjaga Persatuan
Rezki mengingatkan bahwa bentuk perjuangan di era digital mengalami pergeseran signifikan. Ia secara spesifik menyebut kemampuan untuk melawan hoaks dan meningkatkan literasi sebagai medan pertempuran baru bagi pemuda.
“Perjuangan para tokoh pemuda Sumatera Barat harus menjadi teladan bagi kita semua. Kalau dahulu para pemuda berjuang dengan tenaga dan pemikiran untuk kemerdekaan, maka hari ini tugas generasi muda adalah mengisi kemerdekaan dengan karya, pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Rezki.
Ia menambahkan, teknologi yang berkembang pesat justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat potensi daerah, mempromosikan budaya, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kemajuan zaman tidak boleh membuat pemuda kehilangan jati diri.
Pemuda Harus Jadi Garda Terdepan Pembangunan
Lebih lanjut, Rezki mendorong agar pemuda tidak berpuas diri menjadi penonton di tengah proses pembangunan daerah. Ia menyebutkan semangat persatuan, keberanian, dan kepedulian sosial sebagai modal utama yang harus dirawat.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Pemuda harus berada di barisan depan, memberikan gagasan dan ikut menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat,” tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia berharap pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen pendidikan terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan dan gagasan harus berjalan beriringan agar pembangunan di Sumatera Barat semakin inklusif.
Rezki menutup dengan mengingatkan bahwa mengisi kemerdekaan adalah tanggung jawab kolektif. Semangat para pendahulu harus terus diwariskan agar pengorbanan besar yang telah diberikan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi seluruh lapisan masyarakat.