Pencarian

49 Sekolah Rusak Dampak Bencana Hidrometeorologi di Agam, 2 Unit Pertama Tuntas Direvitalisasi Dana APBN 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 • 16:04:13 WIB
49 Sekolah Rusak Dampak Bencana Hidrometeorologi di Agam, 2 Unit Pertama Tuntas Direvitalisasi Dana APBN 2026
Dua unit sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam selesai direvitalisasi menggunakan dana APBN 2026.

LUBUK BASUNG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam mencatat dua unit sekolah telah selesai dibangun melalui program revitalisasi satuan pendidikan terdampak bencana. Keduanya adalah SDN 19 Koto Tinggi di Kecamatan Tanjung Raya dengan nilai pekerjaan Rp67,24 juta dan SDN 19 Pasir Tinggi di Kecamatan Ampek Nagari senilai Rp284,92 juta.

"Bobot pekerjaan dua unit sekolah ini sudah 100 persen atau selesai dibangun," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri di Lubuk Basung, Selasa.

Dana Revitalisasi Capai Rp25,04 Miliar untuk 35 Sekolah

Total anggaran pemulihan 49 sekolah terdampak bencana mencapai Rp29,61 miliar. Rinciannya, Rp25,04 miliar bersumber dari program bantuan pemerintah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk perbaikan 35 unit sekolah, serta Rp4,57 miliar dari dana Transfer Ke Daerah (TKD) untuk 11 unit sekolah.

Untuk dana revitalisasi Kemendikdasmen, alokasi terbesar dialokasikan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) senilai Rp10,10 miliar yang mencakup lima unit sekolah. Disusul Sekolah Dasar (SD) 15 unit dengan anggaran Rp8,15 miliar, dan Taman Kanak-kanak (TK) 11 unit senilai Rp6,78 miliar.

Perbaikan 35 Sekolah Masih Berjalan, Progres Capai 40-95 Persen

Hingga saat ini, pengerjaan 35 unit sekolah yang menggunakan dana revitalisasi masih berlangsung. Andri menyebut progres pembangunan bervariasi antara 40 hingga 95 persen.

Sementara itu, untuk 11 unit sekolah yang didanai TKD, saat ini masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan. "Dalam waktu dekat pekerjaan bakal dimulai dan berharap selesai sesuai dengan kontrak kerja," ujarnya.

Rincian Anggaran TKD: Dari Toilet SD hingga Pembangunan DAM SMP

Dari alokasi TKD sebesar Rp4,57 miliar, perbaikan menyasar berbagai jenis kerusakan. Untuk jenjang TK, tiga unit sekolah mendapatkan total dana Rp1,63 miliar, dengan nilai terbesar untuk pembangunan TK Cahaya Mecca di Kecamatan Tanjung Mutiara mencapai Rp775,20 juta.

Pada jenjang SD, empat unit sekolah menerima dana Rp3,43 miliar. Proyek terbesar adalah pembangunan toilet, kantor, dan ruang kelas baru (RKB) SDN 09 Bancah Kecamatan Tanjung Raya dengan nilai Rp2,38 miliar. Selain itu, terdapat pembangunan DAM SDN 10 Angge Palimbatan, DAM SDN 07 Sigiran, serta toilet SDN 01 Campago.

Adapun untuk jenjang SMP, empat unit sekolah mendapat alokasi Rp982,12 juta. Proyek tersebut meliputi pembangunan DAM di SMPN 2 Tanjung Raya, SMPN 4 Tanjung Raya, SMPN 4 Palupuh, dan pembangunan pagar SMPN 1 Ampek Nagari.

Revitalisasi Sekolah untuk Pulihkan Mutu Pendidikan Pascabencana

Program revitalisasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan sarana pendidikan pascabencana. Keberadaan gedung sekolah yang layak menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas pembelajaran dan kenyamanan peserta didik.

"Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan," kata Andri.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan pengawalan dari Pemerintah Kabupaten Agam, diharapkan seluruh sekolah penerima bantuan dapat segera digunakan kembali sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung secara optimal.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks