PADANG — Biaya pakan yang menyerap 60-70 persen dari total operasional menjadi persoalan utama yang mendorong tim pengabdian masyarakat Universitas Dharmas Indonesia, Sumatera Barat, turun mendampingi Kelompok Saraso Farm di Dharmasraya. Pendampingan ini berlangsung delapan bulan, terhitung Februari hingga Oktober 2026.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Firman Syahputra M Pdt mengatakan skema yang diterapkan adalah pemberdayaan berbasis masyarakat dengan fokus bidang pangan. Program ini dirancang untuk menguatkan ekonomi warga melalui inovasi teknologi dan pengembangan usaha.
Efisiensi Biaya Pakan Jadi Fokus Utama
Harga jual bebek hidup di tingkat peternak yang relatif rendah membuat margin usaha kelompok ini terbatas. Kondisi itu menyulitkan mereka mengembangkan skala usaha secara berkelanjutan.
Tim pengabdian menghadirkan inovasi melalui penerapan smart farming terpadu dan pengembangan pakan alternatif berbasis sumber daya lokal. Bahan seperti MBG, dedak padi, dan ampas kelapa diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap pakan komersial.
Program ini menargetkan efisiensi biaya pakan hingga 30-40 persen per siklus pemeliharaan. Peternak juga didampingi melakukan pencatatan digital terhadap populasi ternak, konsumsi pakan, pertumbuhan, kesehatan, hasil panen, dan biaya produksi.
Diversifikasi Produk untuk Perkuat Posisi Tawar
Selama ini sebagian besar hasil produksi Saraso Farm masih dipasarkan dalam bentuk bebek hidup dan bergantung pada pengepul atau pasar lokal. Posisi tawar peternak menjadi terbatas dan peluang peningkatan pendapatan belum optimal.
Untuk mengatasi hal itu, tim mendorong diversifikasi usaha melalui pengembangan produk turunan bebek. Beberapa produk yang dirancang antara lain bebek bumbu siap masak dan bebek crispy frozen yang lebih praktis, higienis, dan memiliki daya simpan lebih baik.
Program menargetkan pengembangan minimal dua jenis produk olahan. Produk juga diarahkan agar memenuhi standar higienis dan siap dipasarkan kepada konsumen.
Branding dan Pemasaran Digital
Aspek branding, pengemasan, pelabelan, dan pemasaran digital juga menjadi bagian dari pendampingan. Kelompok Saraso Farm didorong membangun identitas produk melalui brand "Saraso Farm" dengan desain kemasan yang lebih menarik dan informasi produk yang jelas.
Dari sisi pemasaran, mitra mendapatkan pendampingan pemanfaatan media sosial, marketplace, dan kanal digital lainnya. Digitalisasi manajemen usaha diharapkan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.