PADANG — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (PKM LPPM UNP) melaksanakan pengembangan kapasitas kelompok usaha kompos di Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam. Program ini menyasar Gapoktan setempat yang diketuai Fikrul Irsyad.
Ketua Tim PKM UNP, Halkadri Fitra, SE, MM, Ak, menyebut pendekatan yang dilakukan terintegrasi. Kelompok tidak hanya dibekali kemampuan teknis menghasilkan kompos, tetapi juga pengelolaan usaha, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital.
“Pengembangan usaha kompos membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Kelompok tidak hanya perlu memiliki kemampuan menghasilkan kompos yang berkualitas, tetapi juga perlu memahami pencatatan keuangan, pengelolaan usaha, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital,” kata Halkadri di Padang, Rabu.
Praktik Pengomposan hingga Pengemasan Produk
Melalui pelatihan Good Composting Practices, anggota kelompok mendapat pemahaman dan praktik langsung. Materi mencakup pengelolaan bahan baku, proses pengomposan, pengendalian kelembapan dan suhu, pemantauan tingkat keasaman (pH), hingga pengemasan produk.
Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kualitas produk kompos sehingga bernilai ekonomi lebih baik. Produk tersebut nantinya dapat memenuhi kebutuhan petani dan pelaku usaha pertanian di sekitar Nagari Kamang Hilia.
Pemisahan Keuangan Usaha dan Pribadi Lewat Catatan Digital
Selain aspek produksi, tim juga mendampingi penerapan sistem pencatatan keuangan digital. Halkadri menjelaskan sistem ini membantu kelompok memisahkan keuangan usaha dan pribadi, mencatat transaksi tertib, mengetahui biaya produksi, serta menghitung pendapatan dan keuntungan.
Laporan keuangan yang dihasilkan nantinya bisa menjadi dasar pengambilan keputusan usaha. Dengan begitu, pengelolaan usaha kompos berjalan lebih profesional dan berkelanjutan.
Dukungan Peralatan dan Digitalisasi Pemasaran
Untuk memperkuat keberlanjutan, kelompok usaha kompos menerima bantuan peralatan penunjang. Bantuan tersebut meliputi mesin pengolah kompos, alat pengukur pH, perangkat lunak pelaporan keuangan, media digitalisasi pemasaran, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
Halkadri menegaskan digitalisasi pemasaran menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Produk lokal memiliki peluang menjangkau pasar lebih luas jika diperkenalkan melalui kanal digital.
“Digitalisasi pemasaran menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini, karena produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Kelompok juga diberi pemahaman membangun identitas produk, membuat materi promosi, memanfaatkan media sosial, dan mengembangkan komunikasi pemasaran secara digital.
Sinergi dengan Pemerintah Nagari
Dalam pelaksanaannya, Tim PKM UNP berkoordinasi dengan Pemerintah Nagari Kamang Hilia. Sinergi antara perguruan tinggi, kelompok masyarakat, dan pemerintah nagari dinilai penting untuk memastikan manfaat program berkelanjutan.
Wali Nagari Kamang Hilia, Drs. Eryanson, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan PKM UNP di wilayahnya. Ia berharap kerja sama antara Universitas Negeri Padang, Gapoktan, dan Pemerintah Nagari Kamang Hilia dapat terus dilanjutkan.
Kegiatan PKM ini melibatkan anggota tim Dr. Muhammad Oceano Fauzan, SE, MM dan Dr. Alpon Satrianto, SE, ME, serta tiga mahasiswa Program Studi Diploma 3 Akuntansi UNP, yaitu Thio Valentino Edily Pratama, Sandra Dewi Surya, dan M. Rafli Majid.
Program tersebut dibiayai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.