SOLOK — Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, selama ini memiliki potensi geografis dan wisata alam yang kaya, namun terkendala oleh tidak tersedianya data spasial yang terstruktur. Kondisi itu berusaha dijawab oleh mahasiswa KKN UNP dengan merampungkan dua peta penting yang diserahkan langsung kepada pemerintah nagari.
Wali Nagari Paninggahan, Agung Satria, menyebut kehadiran peta ini bukan sekadar kelengkapan administrasi. Ia menekankan bahwa data Sistem Informasi Geografis (SIG) yang diserahkan, khususnya dalam format SHP (Shapefile), akan menjadi fondasi dalam perencanaan pembangunan ke depan.
"Selama ini peta nagari maupun batas antar-nagari memang belum ada secara detail. Hari ini Paninggahan sangat terbantu oleh mahasiswa KKN UNP, terutama dengan diserahkannya data SHP yang bisa kita integrasikan untuk perencanaan masa depan," ujarnya dalam sesi penyerahan, Jumat (7/8/2026).
Menjawab Kebutuhan Data Tata Ruang Nagari
Proses penyusunan kedua peta ini tidak dilakukan secara instan. Mahasiswa KKN melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, hingga dokumentasi yang dikoordinasikan langsung dengan perangkat nagari dan para kepala jorong. Langkah ini ditempuh untuk memastikan tingkat akurasi data sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Agung menambahkan, instrumen pemetaan ini sangat krusial saat nagari mengajukan usulan program pembangunan. "Ketika kita melakukan usulan program pembangunan, tentu kesesuaian tata ruang sangat diperlukan. Peta ini sangat penting untuk kejelasan administrasi wilayah," jelasnya.
Peta Jalur Wisata untuk Dorong Ekonomi Lokal
Selain peta administrasi, mahasiswa KKN UNP juga menyusun Peta Jalur Wisata Paninggahan. Peta ini dirancang untuk menjadi panduan bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi potensi alam di nagari tersebut. Selama ini, keterbatasan akses terhadap media informasi yang akurat kerap menjadi kendala dalam mengarahkan wisatawan ke lokasi-lokasi tujuan.
Peta administrasi yang disusun memuat batas wilayah antar jorong serta titik lokasi berbagai fasilitas dan layanan masyarakat. Dengan begitu, warga dapat lebih mudah mengenali wilayahnya, sementara pemerintah nagari memiliki sumber data resmi untuk penyelenggaraan pelayanan publik.
Harapan Keberlanjutan Program KKN
Wali Nagari berharap luaran program kerja ini tidak berhenti sebagai laporan akhir KKN semata. Ia menginginkan agar peta yang telah dibuat dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat dan perangkat nagari.
"Semoga keberadaan peta jalur wisata dapat membantu pengembangan sektor pariwisata, sedangkan peta administrasi dapat memudahkan pelayanan dan perencanaan pembangunan di Nagari Paninggahan," pungkas Agung.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNP berharap dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi Nagari Paninggahan, baik dalam pengembangan potensi wisata, peningkatan kualitas pelayanan publik, maupun penguatan tata kelola wilayah.