SUMATERA BARAT — Semifinal Piala Presiden 2026 mempertemukan empat klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia. Persija Jakarta akan menantang Persib Bandung, sementara Arema FC berhadapan dengan Persebaya Surabaya dalam perebutan tiket menuju partai puncak.
Menjelang dua laga sarat gengsi itu, Erick Thohir mengunggah pesan khusus di akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan rivalitas di lapangan boleh berjalan panas, tetapi situasi di tribun harus tetap aman dan saling menghormati.
Pesan Tegas Erick: Rivalitas di Lapangan, Hormat di Tribun
"4 klub legendaris. 4 basis suporter besar. Satu langkah menuju final Piala Presiden. Persija Jakarta vs Persib Bandung. Arema FC ???? Persebaya Surabaya. Rivalitas di lapangan boleh panas, tetapi rasa hormat dan rasa aman antar suporter harus selalu menang di tribun," tulis Erick dalam unggahannya.
Ia menambahkan bahwa rivalitas boleh menciptakan cerita, tetapi sepak bola harus selalu menjadi alat pemersatu. "Rivalitas boleh menciptakan cerita, tapi sepak bola harus selalu menyatukan kita semua," lanjutnya.
Bali Jadi Tuan Rumah Semifinal dan Final, Ini Alasannya
Kepastian lokasi penyelenggaraan fase akhir turnamen diumumkan Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, saat konferensi pers di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8). Seluruh pertandingan semifinal hingga final akan dipusatkan di Pulau Dewata.
Maruarar mengungkapkan bahwa keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari Erick Thohir. Ia bahkan sempat menghubungi Ketua Umum PSSI melalui sambungan telepon di hadapan para hadirin untuk meminta persetujuan terkait pemindahan venue dari Surabaya ke Bali.
"Jadi pak Ketua Umum, saya usulkan tempatnya di Bali. Pak Ketua Umum setuju atau tidak?" tanya Maruarar. "Saya setuju," jawab Erick Thohir melalui sambungan telepon tersebut.
Kota Pahlawan Kalah Saing dari Pulau Dewata
Maruarar mengakui bahwa Surabaya sebenarnya menjadi kandidat kuat karena dinilai memiliki suasana aman, bersih, dan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap sepak bola. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi dengan sejumlah pihak, penyelenggara memutuskan Bali sebagai lokasi ideal untuk menggelar empat pertandingan terakhir.
Keputusan ini sekaligus menjadi ujian besar bagi aparat keamanan di Bali untuk mengawal laga-laga berisiko tinggi. Pertemuan Persija kontra Persib dan Arema melawan Persebaya dikenal memiliki tensi rivalitas yang sangat tinggi di level suporter.
Dengan dipusatkannya seluruh laga di Bali, tim yang lolos ke final tidak perlu berpindah kota. Hal ini diharapkan bisa menjaga kondisi fisik pemain tetap prima setelah melewati babak semifinal yang diprediksi berjalan ketat.