SUMATERA BARAT — Kemenangan telak atas Timor Leste menjadi suntikan kepercayaan diri yang sempurna bagi skuad asuhan John Herdman sebelum menghadapi laga penentu melawan Vietnam. Tiga gol Garuda lahir dalam rentang tujuh menit di babak kedua, mengubah jalannya pertandingan yang sempat berjalan ketat.
Tujuh Menit Panas Garuda di Chonburi
Buntu di babak pertama, Indonesia baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-74. Shayne Pattynama membuka keran gol, disusul Thom Haye pada menit ke-78, dan Mitchell Baker mengunci kemenangan tiga menit berselang.
Ledakan tiga gol beruntun itu memastikan rekor sempurna Indonesia di fase grup. Garuda kini mengoleksi enam poin dari dua laga, unggul dua angka atas Vietnam yang berada di posisi kedua.
Singapura Jadi "Penolong" Tak Terduga
Hasil imbang tanpa gol yang diraih Singapura saat menjamu Vietnam di My Dình National Stadium pada laga yang berlangsung bersamaan menjadi faktor krusial. Kegagalan juara bertahan meraih poin penuh membuka peluang besar bagi Indonesia untuk lolos sebagai juara grup.
Konsekuensinya, laga pamungkas Grup A pekan depan berubah menjadi partai hidup-mati untuk memperebutkan puncak klasemen. Timnas Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi teratas.
Duel Penentu di Pakansari: Imbang Cukup untuk Indonesia
Pertandingan penentu akan tersaji di Stadion Pakansari, Senin (3/8/2026). Indonesia dijadwalkan menjamu Vietnam, sementara di tempat lain Kamboja bersua Timor Leste.
Dengan keunggulan dua poin, skenario bagi pasukan John Herdman cukup sederhana: jangan kalah. Namun, tekanan justru berada di pundak Vietnam yang wajib menang untuk merebut posisi puncak dan menghindari potensi tersingkir jika hasil lain tak berpihak.
Catatan kebobolan bersih di dua laga awal menjadi modal berharga lini pertahanan Indonesia menghadapi tekanan tinggi yang dipastikan akan dilancarkan Vietnam demi menjaga asa mempertahankan gelar.