SOLOK — Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPUMKM) Kota Solok menilai lomba perkoperasian bagi pelajar bukan sekadar kompetisi tahunan. Kegiatan ini dirancang sebagai media edukasi untuk memperkenalkan tata kelola usaha berbasis koperasi sekaligus membekali siswa menghadapi era ekonomi digital.
Kepala DPUMKM Kota Solok Ricky Carnova mengatakan, penguatan literasi sejak di bangku sekolah diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya paham regulasi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. "Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi media edukasi agar pelajar mengenal koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan," ujarnya di Solok, Kamis.
Materi yang Diuji: dari Sejarah hingga Koperasi Digital
Para peserta diuji dalam beberapa kategori pengetahuan, mulai dari sejarah perkoperasian di Indonesia, regulasi yang berlaku, manajemen usaha, hingga pengembangan koperasi berbasis digital. Materi ini dinilai penting karena sektor koperasi saat ini dituntut untuk beradaptasi dengan kanal pemasaran modern.
Setelah melalui tahap penilaian yang ketat, panitia menetapkan SMKN 1 Kota Solok sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati MAN Kota Solok, sementara SMKN 3 Solok menyusul di peringkat ketiga.
Menuju Ajang Provinsi Sumatera Barat
Dengan hasil tersebut, SMKN 1 Solok otomatis ditunjuk sebagai wakil Kota Solok pada Lomba Cerdas Cermat Perkoperasian tingkat Provinsi Sumatera Barat. Persiapan akan segera dilakukan agar tim mampu bersaing dengan perwakilan kabupaten dan kota lainnya.
Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menegaskan, peningkatan pemahaman pelajar terhadap koperasi merupakan investasi sumber daya manusia yang strategis. Menurutnya, generasi muda yang memahami konsep koperasi akan mampu mengembangkan inovasi usaha yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan teknologi.
Pemerintah Kota Solok meyakini penguatan literasi ekonomi melalui jalur pendidikan dan kompetisi menjadi langkah konkret untuk menumbuhkan minat berwirausaha sejak dini. Hal ini sekaligus memperkuat ekosistem koperasi di daerah agar tetap relevan di tengah dinamika ekonomi nasional.