SUMATERA BARAT — Bontang, Kalimantan Timur — Gelombang tinggi yang membahayakan mulai rutin muncul di perairan Kota Bontang. BPBD setempat meminta para wisatawan, nelayan, dan pemilik kapal penyewaan untuk menahan diri beraktivitas di laut, terutama saat tinggi ombak melebihi ambang batas aman.
Batas Aman Gelombang dan Risiko Kecelakaan
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bontang, Ismail Abdullah, menjelaskan bahwa aktivitas di laut sebaiknya dihentikan sementara ketika tinggi gelombang mencapai lebih dari 2,5 meter. Ambang batas ini ditetapkan sebagai acuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan yang kerap terjadi belakangan ini.
“Belakangan ini sering terjadi kecelakaan laut karena masyarakat masih mengabaikan keselamatannya. Banyak yang jarang menggunakan pelampung dan tidak memahami kondisi cuaca sebelum berangkat ke laut,” ujar Ismail, Selasa (19/8).
Perlengkapan Keselamatan yang Wajib Dibawa
BPBD menekankan agar setiap orang yang bersikeras melaut tetap membawa perlengkapan keselamatan standar. Beberapa peralatan yang wajib disiapkan meliputi pelampung, pelampung cincin, alat komunikasi seperti HT atau radio, peluit, senter tahan air, rakit darurat, tali penambat, serta kotak P3K.
Perhatian khusus diberikan kepada pemilik kapal penyewaan untuk wisata maupun memancing. Mereka diminta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan tersedia dan setiap penumpang memakai pelampung selama berada di atas kapal.
“Kami berharap imbauan ini juga didengar oleh para pemilik kapal penyewaan. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Faktor Cuaca dan Perilaku Berisiko
Ismail menyoroti dua faktor utama penyebab kecelakaan: kondisi cuaca yang tidak dipahami dan perilaku masyarakat yang mengejar kecepatan atau hasil tangkapan. Banyak kecelakaan terjadi karena nelayan atau wisatawan memaksakan diri melaut tanpa mengecek prakiraan cuaca terlebih dahulu.
BPBD mengingatkan agar masyarakat tidak mengorbankan keselamatan demi target tangkapan atau jadwal wisata. Jika kondisi laut tidak memungkinkan, menunda perjalanan adalah keputusan paling bijak.
Kontak Darurat untuk Wisatawan
Bagi masyarakat yang terjebak dalam kondisi darurat di laut, BPBD menyediakan layanan darurat yang dapat dihubungi melalui nomor 112. Layanan ini beroperasi untuk merespons situasi berbahaya, termasuk kecelakaan kapal atau wisatawan yang tersapu ombak.
Bagi traveler yang berencana menikmati wisata bahari di Bontang, disarankan untuk memantau informasi cuaca dari BMKG dan berkonsultasi dengan pengelola kapal sebelum berangkat. Keindahan laut Bontang akan tetap ada, tetapi keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.