SUMATERA BARAT — Ferrari tertangkap kamera tengah menguji varian hybrid dari SUV mewahnya, Purosangue, di jalanan sekitar pabrik mereka di Maranello, Italia. Prototipe yang masih tertutup kamuflase tebal ini terlihat meninggalkan kantor pusat Ferrari—bukan di sirkuit atau fasilitas tes tertutup, melainkan di jalan publik. Ini sinyal bahwa pengembangan sudah memasuki tahap final sebelum peluncuran resmi.
Yang Berubah dari Purosangue Standar
Secara visual, perubahan paling mencolok ada di bagian belakang. Kamuflase menutupi area yang biasanya menjadi rumah bagi diffuser dan pipa knalpot—indikasi kuat terjadi perubahan pada sistem pembuangan untuk mengakomodasi komponen hybrid. Namun yang lebih menarik justru ada di balik kap mesin.
Purosangue standar menggendong mesin V12 naturally-aspirated 6.5 liter yang menghasilkan 715 HP. Untuk varian hybrid ini, Ferrari kemungkinan mempertahankan V12 tersebut dan menambahkan motor listrik—mirip strategi yang mereka pakai pada SF90 Stradale. Sistem ini memungkinkan Purosangue hybrid melaju dalam mode listrik murni untuk jarak pendek, dan mendapat tambahan tenaga saat pedal gas diinjak dalam.
Mengapa Ferrari Baru Sekarang Hybrid untuk SUV
Ferrari sebenarnya sudah punya pengalaman dengan elektrifikasi lewat SF90 Stradale dan 296 GTB. Tapi penerapan pada Purosangue punya tantangan tersendiri: bobot. SUV ini sudah berat di versi standarnya, dan menambahkan motor listrik plus baterai berisiko mengorbankan handling yang selama ini dijagokan Ferrari.
Pilihan jatuh pada sistem hybrid yang lebih ringan—kemungkinan paket baterai kecil yang difokuskan untuk menambah tenaga dan mengurangi emisi di putaran mesin rendah, bukan untuk jarak tempuh listrik jauh. Ini pendekatan yang masuk akal untuk mobil yang karakternya tetap mengutamakan performa, bukan efisiensi.
Kompetitor Sudah Lebih Dulu, Tapi dengan Pendekatan Berbeda
Lamborghini Urus SE dan Bentley Bentayga Hybrid sudah lebih dulu meluncur dengan sistem plug-in hybrid. Keduanya menggunakan V8 hybrid yang menghasilkan tenaga besar. Ferrari tampaknya memilih jalan berbeda: mempertahankan V12 dan menambah motor listrik sebagai pelengkap. Ini membuat Purosangue hybrid berpotensi menjadi satu-satunya SUV V12 hybrid di pasaran—posisi yang sangat khas Ferrari.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Anda Berminat
Ada beberapa catatan penting. Pertama, harga dipastikan akan melonjak dari Purosangue standar yang sudah dibanderol sangat tinggi. Teknologi hybrid di segmen ini tidak pernah murah, dan Ferrari pasti membebankan biaya pengembangan ke konsumen.
Kedua, bobot tambahan dari sistem hybrid berpotensi mengubah karakter berkendara. Purosangue standar terkenal dengan handling yang lincah untuk ukuran SUV—pertanyaannya, apakah tambahan puluhan kilogram akan mengganggu keseimbangan itu? Perlu pengujian langsung untuk menjawabnya.
Ketiga, status resmi untuk Indonesia masih tanda tanya. Ferrari Indonesia biasanya membawa varian tertentu saja, dan alokasi untuk model hybrid bisa jadi terbatas. Jika Anda serius, bersiaplah untuk antre panjang dan kemungkinan harus membayar di atas harga resmi.
Kapan Meluncur dan Siapa Targetnya
Belum ada tanggal resmi, tapi pengujian di jalan publik menandakan peluncuran tidak akan lama lagi—kemungkinan besar tahun depan. Target pasarnya jelas: kolektor yang menginginkan SUV Ferrari tapi ingin tetap relevan dengan tren elektrifikasi, tanpa harus mengorbankan suara dan karakter V12 yang menjadi ciri khas merek ini.
Bagi yang sudah memiliki Purosangue standar, varian hybrid ini mungkin bukan alasan kuat untuk upgrade—perbedaannya kemungkinan besar hanya pada tambahan tenaga dan mode listrik sesaat. Tapi bagi yang belum sempat membeli, ini bisa jadi pilihan lebih menarik jika Ferrari berhasil menjaga bobot tetap terkendali.