SUMATERA BARAT — Gempa yang melanda wilayah Flores memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di tengah kondisi darurat itu, kebutuhan akan energi untuk memasak dan penerangan menjadi prioritas utama. Pertamina merespons dengan mengerahkan tim untuk meninjau langsung lokasi bencana dan memastikan pasokan energi tetap mengalir.
Direktur Utama Pertamina meninjau langsung titik-titik pengungsian dan infrastruktur energi di sekitar lokasi gempa. Kehadiran pimpinan tertinggi perusahaan di lapangan ini menjadi sinyal keseriusan BUMN energi tersebut dalam menangani dampak bencana, bukan sekadar menyalurkan bantuan simbolis.
Bantuan yang Disalurkan dan Fokus Pasokan Energi
Bantuan yang didistribusikan mencakup kebutuhan dasar bagi para pengungsi, seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat. Namun, fokus utama operasi kali ini adalah memastikan lembaga-lembaga penyalur resmi seperti pangkalan LPG dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sekitar lokasi bencana tetap beroperasi normal.
Tim Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memetakan kebutuhan energi darurat. Langkah ini penting mengingat banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan bergantung pada fasilitas umum untuk memasak makanan sehari-hari.
Memastikan Distribusi Tidak Terganggu
Pertamina memastikan pasokan BBM jenis gasoline dan gasoil dalam kondisi aman. Untuk LPG, perusahaan mengerahkan armada tambahan guna mengantisipasi lonjakan permintaan dari dapur umum yang didirikan di lokasi pengungsian. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan yang bisa memicu kepanikan di tengah masyarakat yang sedang berduka.
“Kami berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat yang terdampak. Seluruh tim di lapangan terus berkoordinasi memastikan distribusi berjalan lancar,” demikian pernyataan manajemen Pertamina dalam siaran persnya.
Selain pasokan energi, Pertamina juga memeriksa kondisi infrastruktur penyaluran miliknya di wilayah NTT. Pemeriksaan ini untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan instalasi akibat getaran gempa yang bisa membahayakan warga.
Komitmen Jangka Panjang BUMN di Wilayah Bencana
Operasi tanggap darurat ini merupakan bagian dari protokol standar Pertamina saat terjadi bencana alam di Indonesia. Sebagai perusahaan pelat merah, tanggung jawab sosial perusahaan diuji saat situasi krisis seperti ini, di mana kelancaran logistik energi menjadi penentu utama operasional dapur umum dan layanan kesehatan darurat.
Pertamina berjanji akan terus memantau perkembangan situasi di Flores dan sekitarnya. Bantuan lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, terutama jika masa tanggap darurat diperpanjang akibat sulitnya akses logistik di wilayah timur Indonesia.