Pencarian

Tiga Hari Dicari, Pelajar SMP di Padang Ditemukan Tewas Terseret Arus Batang Arau, Jasad Mengapung di Pulau Sinyaru

Senin, 17 Agustus 2026 • 17:04:01 WIB
Tiga Hari Dicari, Pelajar SMP di Padang Ditemukan Tewas Terseret Arus Batang Arau, Jasad Mengapung di Pulau Sinyaru
Tim SAR mengevakuasi jasad pelajar SMP yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Sinyaru setelah tiga hari pencarian.

PADANG — Pencarian selama tiga hari terhadap pelajar SMP yang hanyut di Sungai Batang Arau akhirnya menemui titik terang. Josua Perkasa (15), warga Padang yang terseret arus saat beraktivitas di sungai tersebut, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh seorang nelayan pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Jasad korban pertama kali terlihat mengambang di sekitar perairan Pulau Sinyaru, tidak jauh dari muara Batang Arau. Nelayan yang menemukan langsung melaporkan kejadian itu kepada petugas, dan Tim SAR gabungan yang masih melakukan penyisiran segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Evakuasi dan Penanganan Jenazah di RSUP M. Djamil

Setelah berhasil diangkat dari perairan, jenazah Josua dibawa menggunakan perahu menuju Dermaga Muara Padang. Dari dermaga, korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum.

Proses identifikasi dan pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan penyebab kematian serta melengkapi administrasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kronologi Hilangnya Pelajar di Sungai Batang Arau

Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Batang Arau. Peristiwa itu menjadi perhatian warga sekitar dan memicu operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi.

Upaya pencarian dilakukan selama tiga hari berturut-turut, menyusuri aliran sungai hingga ke area muara dan perairan sekitar Pulau Sinyaru. Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet dan alat bantu lainnya untuk memperluas area penyisiran.

Imbauan Keselamatan di Aliran Sungai

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya beraktivitas di aliran sungai, terutama saat debit air sedang tinggi atau arus sedang deras. Masyarakat, khususnya orang tua, diimbau untuk lebih mengawasi anak-anak mereka saat berada di dekat area perairan terbuka seperti sungai dan muara.

Pihak kepolisian dan Basarnas setempat juga mengingatkan warga untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu keselamatan yang ada di sekitar bantaran sungai. Kejadian di Batang Arau ini menambah daftar panjang kecelakaan air di wilayah pesisir Padang.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fajarharapan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks