SUMATERA BARAT — Program Sonderwunsch milik Porsche kembali membuktikan bahwa imajinasi adalah otot yang bisa dilatih. Setelah sukses dengan proyek 993 Speedster dan 997 Classic Club Coupe, divisi khusus pabrikan Stuttgart itu kini memperkenalkan Flachbau RS, sebuah mobil yang bukan sekadar restomod melainkan hasil pembongkaran total dan rekayasa ulang sebuah 911 GT2 RS keluaran 2018.
Proyek ini digarap sebagai penghormatan untuk mobil balap 935/78 yang dijuluki "Moby Dick", yang juga menjadi inspirasi lahirnya 911 Flachbau asli yang hanya dijual sangat terbatas antara 1982 hingga 1989. Pelanggan yang memesan mobil ini meminta agar jantung mekanisnya dibiarkan utuh — keputusan yang masuk akal mengingat GT2 RS sudah dibekali mesin 3.8 liter twin-turbo flat-six bertenaga 700 hp dan torsi 553 lb-ft.
Desain Depan yang Menuntut Ulang Seluruh Komponen
Bagian paling ikonik dari mobil ini jelas hidungnya yang landai dengan louver di fender. Perubahan drastis ini memaksa Porsche mendesain ulang bumper, splitter, dan lampu utama yang kini berukuran super tipis. Bahkan mekanisme pengisian bahan bakar pun harus dirancang ulang agar muat di balik panel baru. Manthey turut menyumbang paket aerodinamika depan berupa canard tambahan dan elemen underbody.
Desain akhir mobil ini digarap oleh Grant Larson, desainer senior Porsche yang juga menulis konsep 935 modern yang diperkenalkan di Rennsport Reunion 2018. Larson menyelesaikan visi Flachbau RS tepat sebelum pensiun tahun lalu.
Kabinet Lebih Ringan 70 Pound, Infotainment Dihilangkan
Interior Flachbau RS mempertahankan sebagian warna asli donor, merah dan hitam, dengan trim serat karbon. Tapi sebagian besar kabin telah dilucuti. Seluruh sistem infotainment dan audio dibuang — layar di dasbor kini diganti laci penyimpanan berlapis kulit. Peredam suara dan insulasi juga dibuang semaksimal mungkin, menyisakan panel logam yang dicat mengilap di banyak area. Bahkan rangkaian kabel listrik dibiarkan terekspos.
Semua pengurangan ini membuat bobot mobil turun 70 pound (sekitar 32 kg) dibanding GT2 RS standar yang memang sudah dikenal ringan.
Spoiler Belakang Paten dengan Tiga Mode Downforce
Di bagian belakang, sayap raksasa dengan dudukan berbentuk S menjadi pusat perhatian. Komponen ini punya tiga konfigurasi berbeda yang bisa menghasilkan downforce hingga 1.221 pound (554 kg) di atas poros belakang saat mobil melaju di kecepatan puncak 211 mph (339 km/jam). Porsche bahkan mematenkan desain sayap ini.
Karena mobil ini harus legal jalan raya dan secara teknis merupakan produk pabrik, Porsche menjalani proses validasi dan homologasi yang sama seperti model produksi biasa. Prosedurnya mencakup pembangunan beberapa mobil uji, uji tabrak virtual, sesi terowongan angin, uji ketahanan, uji getaran ekstensif untuk sayap belakang, hingga 50 lap di Nürburgring — momen yang sempat tertangkap kamera pemotret mata-mata pada Agustus tahun lalu.
Syarat legal jalan raya inilah yang membuat Porsche tidak bisa menghadirkan lampu pop-up khas 1980-an. Sayang sekali memang, tapi hasil akhirnya tetap sebuah karya yang menegaskan arah Sonderwunsch yang semakin liar.