SUMATERA BARAT — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.338,59 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.352,24 sebelum bergerak fluktuatif. Level terendah harian tercatat di 6.316,10. Sentimen positif masih mendominasi perdagangan pagi ini, ditunjukkan dengan indeks yang bertahan di zona hijau.
Penguatan indeks utama diiringi oleh kinerja indeks sektoral energi. IDX Energy berada di level 3.000,66, naik 23,16 poin atau setara 0,78% pada perdagangan pagi ini.
Emiten Energi dengan Kenaikan Tertinggi di Pagi Ini
Beberapa saham energi mencatatkan penguatan signifikan. Saham Petrosea memimpin kenaikan dengan naik 1,72% ke level 4.730. Disusul oleh Raharja Energi Cepu yang menguat 0,90% ke level 5.025.
- Indika Energy naik 0,79% ke level 2.540
- ABM Investama menguat 0,76% ke level 2.650
- Bayan Resources naik 0,62% ke level 12.150
- Baramulti Suksessarana menguat 0,23% ke level 4.340
Sementara itu, saham Golden Energy Mines, Bukit Asam, Alamtri Resources Indonesia, Prima Andalan Mandiri, dan Mitrabahtera Segara Sejati tercatat diperdagangkan tidak berubah dibandingkan posisi sebelumnya.
Koreksi di Tengah Penguatan Indeks Sektoral
Meski indeks sektoral menguat, sejumlah saham energi justru bergerak melemah. Transcoal Pacific menjadi yang paling dalam koreksinya, turun 6,05% ke level 4.040. Super Energy melemah 1,81% ke level 2.710, sementara Paragon Karya Perkasa terkoreksi 1,27% ke level 3.900.
Dua emiten batu bara berkapitalisasi besar ikut melemah. Indo Tambangraya turun 0,30% ke level 24.750 dan Adaro Andalan Indonesia melemah 0,27% ke level 9.150. Kondisi ini menunjukkan penguatan IHSG dan IDX Energy pada awal sesi belum diikuti oleh kenaikan seluruh saham energi secara merata.
Faktor Pemicu dan Proyeksi Pergerakan IHSG
Pergerakan indeks yang fluktuatif pada sesi pagi mengindikasikan pasar masih mencermati sentimen eksternal dan aksi ambil untung investor. Level tertinggi harian di 6.352,24 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk melanjutkan penguatan.
Sebaliknya, level 6.316,10 yang merupakan level terendah harian menjadi support awal. Jika bertahan di atas level tersebut hingga penutupan sesi pertama, peluang penguatan lanjutan menuju area 6.350 masih terbuka. Investor disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas global sebagai katalis pergerakan selanjutnya.