PADANG — Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sumatera Barat memanfaatkan Kejurprov 2026 sebagai ajang uji coba terakhir atlet sebelum Porprov. Kejuaraan yang berlangsung hingga 2 Agustus di halaman Kantor Dinas BMCKTR Sumbar ini diikuti atlet dari Kota Padang, Pariaman, Tanah Datar, Payakumbuh, dan sejumlah daerah lainnya.
Ketua Pengprov Pergatsi Sumbar, Rifda Suriani, menyebut kejuaraan ini dirancang untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mematangkan strategi bertanding. Beberapa atlet yang tengah disiapkan menuju ajang nasional juga turut ambil bagian dalam kejuruan kali ini.
30 Wasit Lokal Disiapkan untuk Porprov
Menjelang Kejurprov, Pergatsi Sumbar lebih dulu menggelar pelatihan wasit pada 29–30 Juli. Pelatihan ini diikuti puluhan peserta dan menghasilkan 30 wasit daerah yang siap bertugas di Porprov maupun kejuaraan berikutnya.
“Pelatihan ini dilakukan agar para wasit siap bertugas di Porprov maupun kejuaraan-kejuaraan berikutnya. Harapannya, kita memiliki wasit yang profesional dan dapat diandalkan,” ujar Rifda, Kamis (31/7/2026).
Wakil Sekretaris Umum III KONI Sumbar, Hendri Gusman Dharma, mengapresiasi langkah cepat kepengurusan baru Pergatsi Sumbar. Menurutnya, memiliki wasit sendiri menjadi langkah strategis agar penyelenggaraan kejuaraan tidak lagi bergantung pada perangkat dari luar daerah.
Porprov 2026 Jadi Ajang Multi-Event Pertama Gateball
Hendri menilai antusiasme atlet dalam Kejurprov kali ini cukup tinggi. Semangat tersebut menjadi modal penting karena Porprov nanti akan menjadi ajang multi-event pertama bagi cabang olahraga gateball di Sumatera Barat.
“Animo atlet sangat baik. Mereka mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh. Ini menjadi pemanasan yang bagus menjelang Porprov,” katanya.
Pada Porprov 2026, Pergatsi Sumbar menargetkan peningkatan prestasi. “Kalau sebelumnya kita meraih medali perak, target kali ini tentu medali emas,” tegas Rifda.
Sebelumnya, gateball Sumatera Barat juga pernah menyumbangkan medali pada PON Aceh-Sumut. Kejurprov kali ini diharapkan menjadi momentum lahirnya atlet berprestasi yang mampu membawa nama provinsi di tingkat nasional.