Pencarian

Solok Jadi Lokasi Perdana Program Pertanian Modern Sumbar, Target Produktivitas 12 Ton Gabah per Hektare

Minggu, 26 Juli 2026 • 11:57:31 WIB
Solok Jadi Lokasi Perdana Program Pertanian Modern Sumbar, Target Produktivitas 12 Ton Gabah per Hektare

SOLOK — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menerapkan sistem pertanian modern PM-AAS di Nagari Salayo, Kabupaten Solok, dengan target produktivitas 10 hingga 12 ton gabah per hektare. Program yang digagas Menteri Pertanian ini menggunakan metode tanam benih langsung dengan alat khusus, menggantikan pola konvensional yang membutuhkan persemaian. Kegiatan penanaman perdana dilakukan pada Sabtu (25/7/2026) di lahan Kelompok Tani Rawang Sari, Kecamatan Kubung.

Kebutuhan Benih Melonjak Tiga Kali Lipat, Hasil Panen Digenjot

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar Afniwirman menjelaskan, sistem PM-ABS membutuhkan benih 70–80 kilogram per hektare. Angka itu tiga kali lebih tinggi dari pola konvensional yang rata-rata hanya 25 kilogram per hektare. Kebutuhan pupuk pun disesuaikan untuk mendukung populasi tanaman yang lebih rapat.

“Dengan sistem ini produktivitas ditargetkan mencapai sekitar 10 hingga 12 ton gabah per hektare. Kalau luas lahan sawah semakin terbatas, maka yang harus kita lakukan adalah meningkatkan produktivitas dari setiap hektare lahan yang ada,” ujar Afniwirman.

Wagub Vasko: Pendampingan Berkelanjutan Kunci Keberhasilan

Wagub Sumbar Vasko Ruseimy menegaskan, modernisasi pertanian tidak cukup hanya dengan memperkenalkan alat dan teknologi. Inovasi harus diikuti pendampingan intensif agar petani benar-benar menerapkannya secara luas.

“Kita ingin teknologi ini benar-benar diterapkan oleh petani sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan mereka ikut terangkat,” kata Vasko dalam sambutannya.

Menurutnya, peningkatan produksi pangan tidak bisa lagi mengandalkan perluasan lahan. Karena itu, pemerintah mendorong mekanisasi dan budidaya presisi. “Ini kegiatan yang bagus sekali untuk mendukung program pemerintah,” tambahnya.

Penyuluh Jadi Ujung Tombak, Target 50 Ribu Hektare

Untuk mempercepat implementasi, setiap penyuluh pertanian ditargetkan mendampingi penerapan PM-AAS pada lahan sekitar 50 hektare. Dengan jumlah penyuluh di Sumbar yang mencapai lebih dari seribu orang, potensi cakupan mencapai 50 ribu hektare lahan.

“Hari ini merupakan penanaman pertama PM-AAS di Sumatera Barat. Sebelumnya baru tahap uji coba,” ujar Afniwirman. Ia berharap keberhasilan di Solok bisa menjadi model bagi sentra padi lainnya di Sumbar.

Kegiatan penanaman perdana turut dihadiri Wakil Bupati Solok Chandra, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi, Kepala BRMP Sumbar, serta sejumlah penyuluh dan kelompok tani. Pemprov Sumbar menargetkan program ini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks