Pencarian

Pemkot Payakumbuh Latih 40 Personel TRC BPBD Hadapi Ancaman Banjir, Longsor, dan Gempa

Selasa, 14 Juli 2026 • 17:10:31 WIB
Pemkot Payakumbuh Latih 40 Personel TRC BPBD Hadapi Ancaman Banjir, Longsor, dan Gempa
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta membuka pelatihan bagi 40 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, longsor, dan gempa.

PAYAKUMBUH — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyebut bahwa kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar. Ia mengingatkan bahwa ancaman di kota ini tidak tunggal—banjir, tanah longsor, angin kencang, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan bisa terjadi kapan saja.

TRC sebagai Garda Terdepan Tanggap Darurat

Personel TRC menjadi ujung tombak BPBD di lapangan. Tugas mereka mencakup kaji cepat, penyelamatan, evakuasi, hingga koordinasi di lokasi bencana. Dari hasil kerja tim ini, rekomendasi awal akan disusun sebagai dasar penetapan status tanggap darurat.

"Personel TRC dituntut memiliki kemampuan teknis, kecepatan mengambil keputusan, serta kecakapan berkoordinasi agar setiap kondisi darurat dapat ditangani secara optimal," ujar Zulmaeta dalam sambutannya.

Pelatihan Dirancang dengan Skenario Lapangan

Kegiatan ini menghadirkan praktisi dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Peserta tidak hanya menerima materi kelas, tetapi juga simulasi penanganan berbagai skenario bencana. Menurut Zulmaeta, keterlibatan para ahli ini diharapkan memperkaya wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan praktik di lapangan.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian secara sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan pelatihan sebagai sarana meningkatkan kompetensi. "Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta mampu mengimplementasikan seluruh materi ketika menghadapi kondisi sebenarnya," tegasnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Zulmaeta menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Keberhasilan di lapangan membutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia, menurutnya, harus menjadi perhatian utama dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk memastikan setiap personel siap bertugas kapan pun dibutuhkan.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks