SUMATERA BARAT — Yakutsk, Siberia, 2012. Suhu udara turun drastis hingga di bawah -40 derajat Celsius. Di tengah kondisi ekstrem itu, perusahaan taksi lokal justru menaikkan tarif hingga dua kali lipat, membuat warga kesulitan bergerak. Sebagai respons, sekelompok mahasiswa menciptakan grup media sosial bernama "Independent Drivers". Di forum itu, penumpang dan sopir bisa bertemu dan menegosiasikan harga secara langsung, tanpa perantara korporasi.
Filosofi kebebasan memilih dan transparansi itulah yang kemudian menjadi fondasi inDrive. Berbeda dengan aplikasi ride-hailing lain yang kerap menerapkan surge pricing saat hujan atau jam sibuk, platform ini mempertahankan sistem tawar-menawar sebagai inti layanan. Dari grup kecil di Rusia, inDrive kini beroperasi di lebih dari 700 kota di 45 negara.
Negosiasi Langsung, Bukan Algoritma Sepihak
Di Indonesia, model ini terasa relevan. Masyarakat lokal terbiasa dengan tawar-menawar, baik di pasar tradisional maupun saat memesan ojek. Dalam aplikasi inDrive, penumpang mengajukan harga yang mereka anggap wajar untuk suatu rute. Sopir kemudian punya tiga opsi: menerima, menolak, atau mengajukan harga balik.
Setelah beberapa sopir merespons, penumpang tidak langsung dipasangkan secara acak. Mereka bisa memilih berdasarkan harga termurah, rating sopir, jenis kendaraan, atau jarak kedatangan. Tidak ada biaya tersembunyi. Harga yang disepakati di awal adalah harga final yang dibayar.
Bagi pengemudi, keuntungan lain ada di potongan komisi. Jika kompetitor biasanya memotong 20 hingga 25 persen dari tarif, inDrive hanya mengambil sekitar 10 hingga 15 persen. Selisih ini membuat sopir bisa membawa pulang pendapatan bersih lebih besar, meski tarif yang disepakati mungkin lebih rendah dari harga pasar.
Kontrol di Tangan Manusia, Bukan Kode Program
Model bisnis ini memberikan otonomi kerja bagi pengemudi. Mereka tidak dipaksa menerima orderan yang lokasinya terlalu jauh atau tarif yang terlalu rendah. Sebaliknya, penumpang mendapat kepastian biaya tanpa risiko kenaikan harga mendadak karena cuaca buruk.
Fitur keamanan tetap menjadi prioritas. Pengguna dapat membagikan lokasi perjalanan secara real-time kepada keluarga atau teman. Proses tawar-menawar juga menciptakan interaksi lebih personal antara penumpang dan sopir—sesuatu yang jarang terjadi di platform yang sepenuhnya diatur algoritma.
Dengan pertumbuhan pengguna yang masif di Indonesia, inDrive membuktikan bahwa sistem "kesepakatan langsung" bukan sekadar nostalgia. Di tengah dominasi aplikator besar, model ini menawarkan alternatif: harga yang bisa dirundingkan, komisi yang lebih ramah pengemudi, dan transparansi tanpa kejutan di akhir perjalanan.