PADANG — Peringatan ini berlaku untuk tiga periode ke depan, dimulai Minggu (14/6/2026) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (17/6/2026) pukul 06.00 WIB. BMKG memproyeksikan tinggi gelombang berada pada kategori rendah hingga sedang, namun berpotensi naik signifikan di perairan terbuka.
Perairan Mana yang Paling Berbahaya?
Potensi gelombang maksimal 2,5 meter diprediksi terjadi di perairan Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, dan Barat Pagai. Pada periode kedua (15-16 Juni), wilayah bahaya meluas hingga ke perairan Pesisir Selatan.
Sementara itu, hujan petir diperkirakan mengguyur perairan Agam-Pasaman Barat, Padang-Padang Pariaman, serta kawasan Mentawai. Kondisi ini sangat berbahaya bagi nelayan yang menggunakan kapal kecil tanpa alat navigasi memadai.
Angin dan Kabut: Ancaman Tambahan di Laut
Kecepatan angin pada hari pertama berkisar 2-13 knot dari arah barat. Memasuki hari kedua, angin melemah menjadi 2-6 knot dari barat hingga barat laut, namun BMKG memperingatkan potensi kabut di perairan Barat Siberut dan Barat Sipora yang bisa mengurangi jarak pandang.
Pada periode ketiga (16-17 Juni), angin berubah arah dari timur dengan kecepatan hanya 2-4 knot. Namun, kabut justru diprediksi meluas ke perairan Agam-Pasaman Barat, Padang-Padang Pariaman, hingga seluruh perairan Mentawai bagian timur dan barat.
Jadwal Pasang Surut: Waktu Aman dan Berbahaya
BMKG juga merilis prediksi pasang surut pada 14 Juni 2026. Pasang laut terjadi pukul 04.00-08.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB. Sebaliknya, surut laut berlangsung pukul 11.00-13.00 WIB serta 22.00-24.00 WIB.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di perairan Sumatera Barat," tulis BMKG Maritim Teluk Bayur dalam keterangan resmi, Sabtu (13/6/2026).
Yang Harus Dilakukan Nelayan Selama Peringatan
Nelayan tradisional yang biasa melaut di perairan Agam, Pasaman Barat, Padang, dan Pariaman disarankan menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca membaik. Untuk wilayah Mentawai, aktivitas penangkapan ikan sebaiknya dihentikan sementara mengingat gelombang tinggi dan kabut yang menyelimuti perairan.
Bagi operator kapal ferry rute Padang–Mentawai, disarankan mengecek ulang jadwal pelayaran dan memastikan kapal dalam kondisi laik laut. Informasi cuaca maritim terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG atau kantor maritim terdekat.