BATUSANGKAR — Gelaran Pawai Alegoris dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Batusangkar, Tanah Datar, Selasa (18/8/2026), tidak hanya menjadi magnet hiburan bagi warga. Perhelatan tahunan itu juga menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil yang berjualan di sepanjang ruas jalan menuju Lapangan Cindua Mato.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai penjuru Tanah Datar dan sekitarnya sudah memadati lokasi untuk mendapatkan tempat terbaik menyaksikan iring-iringan peserta pawai. Kepadatan pengunjung ini langsung dimanfaatkan para pedagang dengan menyiapkan aneka makanan, minuman, serta jajanan khas.
Omzet Pedagang Meningkat Signifikan di Hari H
Salah seorang pedagang bakso tusuk, Roniharjo (32), mengaku kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti. Dibandingkan hari biasa, omzetnya pada hari puncak perayaan kemerdekaan ini naik berkali-kali lipat.
"Alhamdulillah, sejak pagi sudah banyak yang membeli. Biasanya tidak seramai ini," ujar Roniharjo kepada awak media di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.
Pawai Jadi Penopang Ekonomi Warga Saat Anak Masuk Sekolah
Menurut Roniharjo, momen seperti pawai alegoris selalu dinantikan para pelaku UMKM. Kerumunan massa yang datang menjadi peluang emas untuk menambah penghasilan, terlebih di tengah kebutuhan biaya pendidikan anak yang meningkat.
Ia menambahkan, kehadiran PKL justru melengkapi suasana pawai. Masyarakat yang lelah menyaksikan arak-arakan dapat langsung menikmati aneka kuliner, sementara pedagang memperoleh tambahan pendapatan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak.
Pawai Alegoris sendiri merupakan agenda rutin pemerintah daerah untuk memeriahkan HUT RI sekaligus menjadi wadah kreativitas masyarakat. Dampak ekonominya pun dirasakan langsung oleh pedagang kecil di sekitar Lapangan Cindua Mato.