SUMATERA BARAT — Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan OIKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menyatakan para investor tersebut telah mengirimkan konfirmasi akhir kehadiran. "Investor berdasarkan informasi ada kurang lebih 40-an yang merupakan investor pelopor itu akan hadir. Sudah konfirmasi akhir kepada kami," ungkap Thomas di Taman Kusuma Bangsa IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Minggu (16/8/2026).
Swissotel Nusantara Jadi Salah Satu Perwakilan Investor
Meski enggan merinci satu per satu nama perusahaan, Thomas memastikan perwakilan pengelola Swissotel Nusantara turut hadir. Hotel bintang lima tersebut merupakan bagian dari Agung Sedayu Group melalui konsorsium investor dalam negeri.
"Perwakilan mereka sudah ada, pasti ada. Dari awal mereka sudah libatkan dalam berbagai aktivitas olahraga dan lain sebagainya mereka aktif," jelasnya.
Lima Kesultanan dan 3.500 Masyarakat Umum Ikut Serta
Kehadiran investor bukan satu-satunya elemen yang dilibatkan dalam prosesi puncak perayaan kemerdekaan di ibu kota negara yang baru. OIKN turut mengundang perwakilan lima kesultanan di Kalimantan Timur, termasuk Kutai Kartanegara, sebagai bagian dari pengakuan terhadap akar sejarah kawasan tersebut.
Partisipasi publik juga dibuka luas. OIKN menyiapkan kapasitas peserta upacara hingga 3.500 orang. "Kami juga membuka ruang bagi para penonton. Dalam hal ini pengunjung yang akan hadir, kita sudah siapkan juga tempat bagi mereka untuk menikmati perayaan 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara," pungkas Thomas.
Upacara Dipimpin Basuki Hadimuljono, Dimulai Pukul 07.30 WITA
Prosesi akan dimulai pukul 07.30 WITA dan dipimpin langsung oleh Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono. Ini menjadi ujian logistik sekaligus simbol bagi kawasan yang tengah bertransformasi dari proyek konstruksi menjadi pusat pemerintahan yang berfungsi.
Keterlibatan investor pelopor dalam agenda seremonial negara menjadi sinyal bahwa OIKN ingin menunjukkan progres pembangunan fisik kepada para pemodal. Langkah ini juga diharapkan menarik minat investasi lanjutan di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur dasar dan area komersial di IKN.