Pencarian

Bulog Kirim 10 Ton Beras dan 1.000 Liter Minyak Goreng untuk Korban Gempa NTT, Distribusi Bertahap Dimulai dari Manggarai

Minggu, 16 Agustus 2026 • 12:53:01 WIB
Bulog Kirim 10 Ton Beras dan 1.000 Liter Minyak Goreng untuk Korban Gempa NTT, Distribusi Bertahap Dimulai dari Manggarai
Petugas Perum Bulog menurunkan bantuan beras dari truk di Gudang Bulog Danga, Nagekeo, NTT, untuk didistribusikan ke daerah terdampak gempa.

SUMATERA BARAT — Gempa yang mengguncang sejumlah wilayah di NTT memaksa ribuan warga mengungsi dan kehilangan sumber penghidupan. Dalam situasi seperti ini, ketersediaan pangan menjadi prioritas utama. Perum Bulog merespons dengan mengerahkan cadangan beras dan minyak goreng dari gudang terdekat agar bantuan tiba lebih cepat, tidak menunggu koordinasi berhari-hari.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, bantuan ini disiapkan sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah. Setiap kabupaten yang terdampak gempa akan menerima jatah yang sama: 10 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng.

"Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, setiap kabupaten yang terdampak gempa akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 ton dan minyak goreng sebanyak 1.000 liter," ujar Rizal dalam keterangan yang dikutip Minggu (16/8/2026).

Stok Digelontarkan dari Gudang Bulog Danga di Nagekeo

Penyaluran bantuan memanfaatkan Gudang Bulog Danga, unit penyimpanan cadangan pangan milik Perum Bulog yang berlokasi di Kabupaten Nagekeo, NTT. Pemilihan gudang ini bukan tanpa alasan—jaraknya yang relatif dekat dengan titik-titik terdampak memungkinkan distribusi dilakukan lebih cepat dibandingkan harus mengirim dari luar pulau.

Tahap awal sudah berjalan. Bulog menyalurkan 1 ton beras ke Kabupaten Manggarai dan 500 kilogram ke Kabupaten Nagekeo. Dua kabupaten ini menjadi prioritas pertama karena akses jalan yang masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan pengangkut logistik.

Rizal menambahkan, pendistribusian akan dilakukan bertahap. Kondisi geografis NTT yang berbukit dan akses ke beberapa wilayah yang mungkin terputus akibat gempa menjadi pertimbangan utama dalam menentukan skala prioritas pengiriman.

"Yang terpenting, masyarakat yang terdampak dapat segera merasakan kehadiran pemerintah dan mendapatkan akses terhadap kebutuhan pangan," kata Rizal.

Koordinasi dengan Pemda Diperkuat agar Bantuan Tepat Sasaran

Bulog tidak bergerak sendiri. Perusahaan pelat merah ini terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memetakan wilayah mana saja yang paling membutuhkan dan memastikan bantuan tidak menumpuk di satu titik. Pendekatan ini penting karena kebutuhan setiap kabupaten bisa berbeda, tergantung tingkat kerusakan dan jumlah pengungsi.

Selain menyalurkan bantuan, Bulog juga memastikan stok cadangan pangan di NTT tetap aman untuk kebutuhan jangka panjang. Jaringan distribusi yang ada akan terus dipantau agar proses pengiriman bantuan berikutnya bisa berjalan lancar.

Pemerintah bersama Bulog akan memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala. Jika diperlukan, bantuan tambahan akan segera dikirim—terutama ke daerah-daerah yang aksesnya baru bisa dijangkau setelah kondisi jalan membaik.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana, memastikan warga yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian tidak perlu khawatir soal kebutuhan pangan dalam beberapa pekan ke depan.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks