Pencarian

Kementan Naikkan Bantuan Irigasi untuk Solok dari 13 Jadi 74 Unit, 64 Hektare Sawah Rusak Berat Menunggu Penanganan

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 18:24:31 WIB
Kementan Naikkan Bantuan Irigasi untuk Solok dari 13 Jadi 74 Unit, 64 Hektare Sawah Rusak Berat Menunggu Penanganan
Kementerian Pertanian menambah bantuan program irigasi untuk Kabupaten Solok dari 13 menjadi 74 unit.

SOLOK — Pemerintah pusat menilai percepatan rehabilitasi sawah di Kabupaten Solok layak mendapat suntikan dana lebih besar. Dari alokasi awal 13 unit, Kementerian Pertanian (Kementan) kini menambah menjadi 74 unit program irigasi untuk mendukung pemulihan sektor pertanian daerah itu pascabanjir.

Penambahan ini diumumkan Direktur Irigasi Kementan, Dr Liferdi Lukman, saat meninjau lokasi persawahan di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Jumat. Menurutnya, keputusan ini adalah respons atas eksekusi program yang cepat dan berhasil di lapangan.

Kepercayaan Pusat karena Eksekusi Cepat

Liferdi menegaskan bahwa tambahan bantuan ini bukan sekadar formalitas. Ia menyebut daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan terus dipercaya oleh pemerintah pusat untuk menerima dukungan lanjutan.

"Awalnya kami mengalokasikan 13 unit program irigasi untuk Kabupaten Solok. Karena pelaksanaannya cepat dan berhasil, sekarang kami tingkatkan menjadi 74 unit. Daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan semakin dipercaya dan memperoleh tambahan dukungan dari pemerintah pusat," katanya.

Percepatan pembangunan jaringan irigasi dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Liferdi meminta pemerintah daerah terus mengusulkan kebutuhan pembangunan melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri) agar bisa diakomodasi dalam program nasional.

Bantuan Langsung ke Kelompok Tani, Tanpa Kontraktor

Kementan juga mengubah pola penyaluran bantuan. Dana dan material kini disalurkan langsung kepada kelompok tani tanpa melalui pihak ketiga, sehingga manfaat program lebih cepat diterima dan tepat sasaran oleh petani.

Liferdi mendorong pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pemerintah nagari untuk aktif menyampaikan kebutuhan masyarakat. Langkah ini diharapkan membuat proses verifikasi dan penyaluran bantuan berjalan lebih efektif.

80 Persen Sawah Pulih, 64 Hektare Masih Rusak Berat

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyebut dukungan pusat telah mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana. Dari total lahan yang rusak, sekitar 80 persen dengan tingkat kerusakan ringan dan sedang kini telah berhasil dipulihkan.

"Alhamdulillah, sawah yang kita lihat hari ini sudah memasuki musim tanam ketiga. Mudah-mudahan ini menjadi tanda bahwa ekonomi masyarakat kita kembali tumbuh," ujarnya.

Meski demikian, masih ada sekitar 64 hektare lahan dengan kategori rusak berat yang memerlukan penanganan lanjutan. Pemerintah Kabupaten Solok berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut agar seluruh lahan tersebut bisa kembali produktif.

Jon menegaskan seluruh bantuan dari pemerintah pusat akan dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan produksi pertanian serta program swasembada pangan nasional.

Kondisi sawah di Nagari Selayo yang kembali menghijau pada musim tanam ketiga menjadi indikator nyata percepatan pemulihan, sekaligus dasar bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan dukungan pembangunan irigasi di kabupaten tersebut.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks