Pencarian

Harga Perak Antam Naik Jadi Rp 39.550 per Gram, Emas Justru Terkoreksi Rp 7.000

Selasa, 04 Agustus 2026 • 14:53:31 WIB
Harga Perak Antam Naik Jadi Rp 39.550 per Gram, Emas Justru Terkoreksi Rp 7.000
Harga perak Antam tercatat naik menjadi Rp39.550 per gram, sementara harga emas terkoreksi Rp7.000.

SUMATERA BARAT — Fenomena harga yang saling bertolak belakang antara perak dan emas ini jarang terjadi. Biasanya, kedua logam mulia bergerak seiring karena sama-sama menjadi aset lindung nilai (safe haven). Namun, data resmi Antam hari ini menunjukkan investor mulai melirik perak sebagai alternatif, sementara emas mengalami tekanan jual.

Rincian Harga Perak Antam Hari Ini

Untuk kategori Perak Murni, Antam membanderol produk 250 gram dengan harga dasar Rp 10.287.500. Setelah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen, konsumen harus merogoh kocek Rp 11.419.125 untuk membawa pulang produk ini.

Sementara itu, varian Perak Murni 500 gram ditawarkan dengan harga dasar Rp 19.775.000. Dengan tambahan PPN 11 persen, total yang harus dibayarkan mencapai Rp 21.950.250.

Seri Heritage: Pilihan Kolektor dengan Harga Berbeda

Selain seri reguler, Antam juga menyediakan lini Perak Heritage yang kerap diburu kolektor. Untuk bobot 31,1 gram, harga dasarnya dipatok Rp 1.777.781. Setelah termasuk pajak, nilainya menjadi Rp 1.973.337 per unit.

Adapun varian terbesar di seri Heritage, yakni 186,6 gram, memiliki harga dasar Rp 9.545.326. Dengan PPN 11 persen, banderol akhirnya naik menjadi Rp 10.595.312.

Emas Terkoreksi, Apa Dampaknya bagi Investor?

Pelemahan harga emas Antam sebesar Rp 7.000 dalam sehari terbilang signifikan. Bagi investor yang masuk di harga Rp 2.610.000 kemarin, posisi hari ini secara otomatis membukukan kerugian kertas (paper loss) sebelum biaya transaksi.

Kondisi ini justru menjadi momentum bagi investor ritel untuk akumulasi beli. Perak yang lebih murah—di bawah Rp 50.000 per gram—menawarkan barrier to entry yang lebih rendah dibanding emas. Artinya, investor dengan modal terbatas bisa lebih mudah melakukan diversifikasi aset.

Perbedaan kinerja ini juga mengingatkan bahwa logam mulia bukanlah satu kelas aset yang monolitik. Emas dan perak memiliki fundamental pasar yang berbeda; perak lebih banyak terkait permintaan industri, sementara emas lebih sensitif terhadap sentimen makroekonomi global.

Bagi calon pembeli, penting untuk memantau harga buyback Antam yang biasanya dipublikasikan di situs resmi. Selisih antara harga jual dan buyback menjadi pertimbangan utama dalam menghitung potensi keuntungan jangka pendek. Dengan dinamika hari ini, keputusan membeli perak tampak lebih menarik bagi mereka yang mencari entry point lebih rendah, sementara pemegang emas mungkin memilih menahan aset untuk jangka panjang.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks