Pencarian

Pemko Payakumbuh Angkat Tradisi Mauluan Bogheh di Aua Kuniang, Warisan Adat Dijaga Lewat Program Salingka Nagari

Minggu, 02 Agustus 2026 • 19:52:01 WIB
Pemko Payakumbuh Angkat Tradisi Mauluan Bogheh di Aua Kuniang, Warisan Adat Dijaga Lewat Program Salingka Nagari
Prosesi Mauluan Bogheh di Kanagarian Aua Kuniang dihadiri berbagai unsur masyarakat adat sebagai bentuk pelestarian warisan budaya.

PAYAKUMBUH — Prosesi Mauluan Bogheh atau Mahantaan Marapulai kembali diangkat ke permukaan di Kanagarian Aua Kuniang. Tradisi yang dilaksanakan setelah akad nikah ini menjadi simbol restu dan kebersamaan keluarga besar dalam mengantarkan mempelai laki-laki ke rumah anak daro.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo, menjelaskan bahwa prosesi ini mengandung filosofi mendalam bagi kehidupan berumah tangga. "Tradisi Mauluan Bogheh mengandung makna bahwa marapulai tidak datang sendiri, melainkan diantarkan oleh keluarga besarnya sebagai simbol doa, restu, dan kebersamaan dalam membangun rumah tangga yang baru," ujarnya.

Melibatkan Seluruh Unsur Masyarakat Adat

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan bahwa program ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak, bundo kanduang, rang mudo, hingga puti bungsu. Keterlibatan lintas generasi ini dinilai penting agar nilai-nilai adat tidak berhenti pada generasi saat ini.

"Pelestarian adat di setiap kanagarian merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan budaya sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif globalisasi," kata pria yang akrab disapa Om Zet itu.

Falsafah ABS-SBK sebagai Fondasi Kehidupan

Menurut Elzadaswarman, falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman. Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) bidang kebudayaan terus memfasilitasi kegiatan penguatan adat di berbagai kanagarian.

"Pelestarian adat dan tradisi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Payakumbuh memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perkembangan peradaban Minangkabau sehingga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur harus tetap kita jaga," ujarnya.

Investasi Sosial untuk Jati Diri Masyarakat

Elzadaswarman menambahkan bahwa penguatan adat merupakan investasi sosial untuk menjaga jati diri masyarakat. Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mempertahankan nilai adat serta tradisi yang menjadi identitas daerah.

"Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya mempertahankan dan mengamalkan adat serta tradisi yang dimiliki," tegasnya.

Pemko Payakumbuh memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk Disparpora, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang, KAN, serta rang mudo dan puti bungsu. Program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari sendiri dirancang berkelanjutan di berbagai kanagarian untuk memastikan kearifan lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Follow www.sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fajarharapan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks