SIMPANG EMPAT — Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat mengejar penyelesaian perbaikan infrastruktur pertanian di sepuluh titik kelompok tani yang terdampak banjir dan lumpur. Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat, Afdal, menyebut pengerjaan konservasi air dan dam parit saat ini sudah berjalan hampir mendekati final.
"Saat ini pengerjaan perbaikan irigasi atau konservasi air dan antisipasi anomali (dam parit) sedang berjalan di 10 titik dengan capaian pekerjaan 70 persen," kata Afdal di Simpang Empat, Minggu.
Anggaran Swakelola untuk 10 Titik Kelompok Tani
Proyek pemulihan infrastruktur sawah ini dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total nilai Rp 1.229.780.000. Setiap unit pekerjaan menghabiskan biaya sekitar Rp 120 juta dengan skema pelaksanaan secara swakelola.
Selain memperbaiki irigasi, pemerintah kabupaten juga telah menuntaskan optimalisasi lahan bekas bencana seluas 176 hektare yang tersebar di delapan titik kelompok tani. Untuk program tersebut, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 998.460.000.
Mengapa Perbaikan Sawah Tidak Bisa Ditunda?
Perbaikan saluran air dan dam parit dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan roda ekonomi warga. Afdal menegaskan, tanpa jaringan irigasi yang memadai, petani tidak akan bisa mengairi sawahnya dan produktivitas akan terus terpuruk pascabencana.
"Jika pasokan air kurang maka sawah tidak akan dapat dialiri sehingga ekonomi warga akan semakin payah," ujarnya.
Usulan Tambahan ke Kementerian Pertanian
Pemkab Pasaman Barat tidak berhenti pada perbaikan darurat. Pemerintah daerah telah mengajukan usulan tambahan dana rehabilitasi ke Kementerian Pertanian untuk memulihkan lahan yang rusak secara lebih menyeluruh.
Usulan itu mencakup rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 48 hektare, rehabilitasi lahan sawah rusak berat seluas 50 hektare, pembangunan lima unit dam parit baru, serta bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit. Jika disetujui, pemulihan lahan pertanian di Pasaman Barat diharapkan berjalan lebih cepat dan menyentuh area yang belum tertangani.