PADANG — Pemerintah Kota Padang mulai memindahkan puluhan pedagang kafe dan pujasera dari kawasan Stadion GOR Haji Agus Salim untuk persiapan rekonstruksi total stadion kebanggaan warga Sumatera Barat itu. Wali Kota Padang Fadly Amran memastikan relokasi dilakukan secara humanis dengan menyediakan lokasi berstandar di kawasan Panjat Tebing mulai pekan depan.
Lokasi Relokasi: Kawasan Panjat Tebing dengan Fasilitas Terstandar
"Pengusaha kafe dan pedagang di pujasera akan dipindahkan sementara ke kawasan Panjat Tebing dengan fasilitas yang terstandardisasi," kata Fadly Amran di Padang, Sabtu.
Sementara itu, sekretariat cabang olahraga dan lembaga terkait akan dipusatkan di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar. Langkah ini diambil agar seluruh aktivitas olahraga tetap berjalan selama masa pembangunan.
Penutupan Total Kawasan Stadion Mulai 15 Juni 2026
Rencananya, per 15 Juni 2026 kawasan Stadion GOR Haji Agus Salim akan ditutup total untuk pelaksanaan rekonstruksi. Wali Kota Fadly Amran telah menginstruksikan Dinas Koperasi dan UKM serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang untuk mengawal proses relokasi pedagang secara humanis.
"Pemkot Padang mendukung penuh dan siap berkolaborasi menyukseskan rekonstruksi total kawasan GOR H. Agus Salim," kata dia.
Mengapa Harus Dibangun Ulang Total?
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumbar Mahdianur menjelaskan rekonstruksi total dilakukan setelah melihat hasil kajian tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum. Kajian tersebut menyimpulkan kondisi GOR Agus Salim sudah tidak memungkinkan untuk sekadar direnovasi.
Proyek ini diproyeksikan digarap oleh BUMN untuk membangun stadion berstandar Asian Football Confederation (AFC) dengan kapasitas 12.000 hingga 13.000 penonton. Pengumuman pemenang tender diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Tiga Ring Pembangunan: Stadion, Ruang Hijau, dan Sport Tourism
Rekonstruksi Stadion GOR Haji Agus Salim yang berdiri di atas lahan seluas 7,8 hektare akan dibagi menjadi tiga ring utama. Ring satu fokus pada bangunan utama stadion yang berstandar internasional.
Ring kedua difokuskan untuk ruang terbuka hijau, jogging track, dan ruang publik olahraga masyarakat. Ring tiga dikembangkan sebagai kawasan sport tourism yang dilengkapi pusat kuliner modern, gedung parkir terpadu, serta sekretariat bersama cabang olahraga se-Sumbar.
Dengan kapasitas baru mencapai 13.000 penonton, Stadion Agus Salim nantinya diharapkan bisa menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola tingkat Asia.