PADANG — Kopi Bantjah yang selama ini dikenal sebagai komoditas lokal Sumatera Barat kini mulai diarahkan ke jenjang pengolahan yang lebih bernilai. PT Semen Padang menggelar Pelatihan Produk Turunan Kopi Bantjah di Padang pada Rabu (22/7/2026), dihadiri puluhan petani dari wilayah binaan perusahaan.
Pelatihan menghadirkan Noviar, instruktur dari Royal Asia College, lembaga pelatihan vokasi bidang kuliner dan perhotelan. Ia memandu peserta mulai dari teknik pengolahan pascapanen, inovasi produk, hingga strategi pengemasan dan pemasaran.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Para petani tampak antusias mengikuti setiap sesi, aktif berdiskusi, dan langsung mempraktikkan pengolahan produk bersama narasumber. Antusiasme itu mencerminkan besarnya semangat petani untuk mengembangkan potensi Kopi Bantjah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Selama ini sebagian besar petani Kopi Bantjah menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah. Melalui pelatihan ini, mereka diajarkan mengolah kopi menjadi produk turunan seperti minuman kemasan, bubuk kopi siap seduh, atau campuran produk kuliner lainnya.
Noviar dalam pemaparannya menjelaskan berbagai peluang pengembangan produk turunan yang bisa memberikan nilai ekonomi lebih besar. Materi mencakup teknik pengolahan pascapanen, inovasi produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran yang efektif.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan pelatihan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kapasitas petani Kopi Bantjah. “Kami berharap para petani semakin sejahtera dan Kopi Bantjah dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa kegiatan tersebut bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal, khususnya komoditas Kopi Bantjah. “Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PT Semen Padang dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal, khususnya komoditas Kopi Bantjah,” kata Hernes yang didampingi Staf TJSL, Leo.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Selain itu, pelatihan juga diharapkan memunculkan peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.
PT Semen Padang menegaskan tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga terus menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat di wilayah binaan, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan berbasis komoditas unggulan daerah.