Pemko Payakumbuh Tanam 3.000 Bibit Pisang Barangan untuk Jamin Pasokan Buah Program MBG

Penulis: Faisal Hasbi  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:52:01 WIB

PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh memulai penanaman 3.000 bibit pisang barangan di lima kecamatan, Kamis (23/7), sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan buah lokal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bibit disalurkan ke 29 kelompok tani yang tersebar di 23 kelurahan.

Pisang Barangan: Tahan Hama dan Kaya Gizi

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, menjelaskan varietas barangan dipilih karena daya tahannya lebih baik terhadap serangan hama dibandingkan varietas lain. "Kami memilih varietas barangan karena lebih tahan terhadap hama. Setiap bibit juga mendapatkan pupuk organik agar pertumbuhannya lebih baik dan produktivitasnya meningkat," kata Nila.

Pisang kaya akan karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat, sehingga cocok menjadi sumber buah lokal bagi program MBG. Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh, Irwan Suwandi, menambahkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan produksi pisang, tetapi juga memastikan kebutuhan buah MBG dipasok dari hasil pertanian lokal.

30 Ton Pupuk Kompos Disalurkan, Pendampingan Berkelanjutan

Pemerintah menyalurkan 30.000 kilogram pupuk kompos, setara 10 kilogram per batang pisang. Alokasi bantuan bibit adalah 1.405 batang untuk Payakumbuh Barat, 535 batang untuk Payakumbuh Selatan, 345 batang untuk Payakumbuh Timur, 425 batang untuk Payakumbuh Utara, dan 290 batang untuk Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

Irwan menegaskan dukungan pemerintah tidak berhenti pada bantuan bibit dan pupuk. Pendampingan budidaya akan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi. "Kami akan terus melakukan pendampingan sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi petani," ujarnya.

Hilirisasi dan Jaminan Pemasaran Jadi Perhatian

Dinas Pertanian Kota Payakumbuh menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh untuk mengembangkan agribisnis pisang intensif. Kerja sama mencakup budidaya, pendampingan teknologi, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan usaha berbasis agribisnis.

Dalam sesi dialog, petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Talang Saiyo meminta bantuan akses pemasaran apabila produksi meningkat. Nila Misna memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah hilirisasi dan perluasan jaringan pemasaran. "Apabila produksi meningkat, hasil panen tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Kami akan terus mencarikan solusi pemasaran agar tujuan utama program ini tercapai," kata Nila.

Gerakan tanam serentak ini diharapkan membangun ekosistem agribisnis pisang yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, memperkuat pasokan buah lokal bagi program MBG, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: posmetropadang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top