SUMATERA BARAT — Forum yang digelar di Jakarta tersebut menghadirkan Founder FPCI Dino Patti Djalal dan Executive Director Charta Politika Yunarto Wijaya, serta jajaran pakar ekonomi dari Bank DBS Indonesia. Acara ini dirancang khusus untuk nasabah private dan priority banking dalam menavigasi pengelolaan kekayaan di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi.
DBS Chief Investment Office (CIO) untuk kuartal III/2026 merekomendasikan tiga posisi utama. Pertama, meningkatkan alokasi pada saham Asia di luar Jepang, emas, obligasi korporasi negara maju, serta aset swasta dan dana lindung nilai. Kedua, posisi netral pada saham global, Amerika Serikat, Jepang, dan obligasi pemerintah negara maju. Ketiga, mengurangi eksposur pada saham Eropa, obligasi pasar berkembang, dan kas.
Emas dinilai tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai. Prospek jangka panjangnya didukung risiko geopolitik, tekanan inflasi, dan tren dedolarisasi global.
Sepanjang semester I/2026, layanan wealth management Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan positif. Khusus untuk segmen DBS Treasures Private Client, total Assets Under Management (AUM) tumbuh 13 persen secara tahunan. Rata-rata AUM per nasabah meningkat 15 persen, sementara total income tumbuh 34 persen.
Pertumbuhan didorong oleh investment fee income yang melonjak 65 persen. Net Profit After Tax (NPAT) segmen ini juga bertumbuh 24 persen secara tahunan.
Dalam forum tersebut, Bank DBS Indonesia memperkenalkan evolusi DBS Treasures Private Client. Layanan ini mengusung tiga pilar utama: kejernihan pandangan melalui insights tepercaya, kepastian melangkah didampingi tim pakar, dan keistimewaan yang menyertai nasabah.
Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan pengelolaan kekayaan saat ini bersifat multi-faceted. "DBS Treasures Private Client menghadirkan wealth management yang sangat personal namun holistik untuk mendukung berbagai keputusan finansial," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).
Presiden Direktur Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menambahkan forum ini diharapkan memberikan panduan dan praktik terbaik dalam mengembangkan kekayaan dan usaha, hingga perencanaan suksesi keluarga yang berkelanjutan. "Kami terus berkomitmen mendukung nasabah agar lebih optimistis dalam mengambil keputusan melalui arahan profesional dan pandangan strategis jangka panjang," katanya.
Investasi mengandung risiko.