SUMATERA BARAT — Penarikan kembali (recall) ini memengaruhi enam varian Hyundai Ioniq 5 tahun model 2023 dan 2024, tujuh unit Kia EV6 tahun 2022-2024, serta satu SUV Kia EV9 tahun 2024. Dokumen yang diajukan ke Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) menyebut pemasok baterai SK On Co sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyimpangan kualitas produksi.
Menurut siaran CarsCoops pada Sabtu (11/7), cacat tersebut terjadi ketika elektroda positif dan negatif di dalam sel baterai tidak sejajar. Kondisi ini bisa menyebabkan korsleting internal yang memicu kebakaran, baik saat mobil sedang diparkir maupun dalam kondisi bergerak.
Hyundai dan Kia secara resmi memperingatkan bahwa risiko kebakaran tetap ada bahkan saat kendaraan dalam keadaan mati. Ini yang membuat instruksi parkir di luar ruangan menjadi langkah darurat yang wajib dipatuhi pemilik.
Sebagai tindakan pencegahan sebelum perbaikan definitif, kedua pabrikan meminta pemilik kendaraan terdampak untuk membatasi pengisian daya baterai hanya hingga 80 persen. Langkah ini bertujuan mengurangi tekanan pada sel baterai yang sudah bermasalah.
Meski tidak disebutkan secara eksplisit dalam pemberitahuan recall, pemilik juga disarankan memarkir kendaraan jauh dari kendaraan lain, bahkan saat sudah berada di luar ruangan. Ini untuk meminimalkan risiko penjalaran api jika kebakaran terjadi.
Kia telah mengonfirmasi akan mengganti seluruh paket baterai pada unit-unit yang berpotensi bermasalah. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada risiko residual dari sel baterai yang tersisa.
Sementara itu, Hyundai belum merinci prosedur perbaikan untuk enam model Ioniq 5 yang terkena recall. Pabrikan masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan apakah penggantian baterai penuh atau perbaikan parsial yang akan dilakukan.
Recall ini menjadi pengingat serius bagi pemilik EV di Indonesia untuk selalu memantau pemberitahuan resmi dari ATPM. Meski belum ada laporan kasus serupa di pasar lokal, pemilik Hyundai Ioniq 5 dan Kia EV6 disarankan menghubungi dealer resmi untuk mengecek status unit masing-masing.