PADANG — Pencarian selama tiga hari terhadap pelajar SMP yang hanyut di Sungai Batang Arau akhirnya menemui titik terang. Josua Perkasa (15), warga Padang yang terseret arus saat beraktivitas di sungai tersebut, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa oleh seorang nelayan pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Jasad korban pertama kali terlihat mengambang di sekitar perairan Pulau Sinyaru, tidak jauh dari muara Batang Arau. Nelayan yang menemukan langsung melaporkan kejadian itu kepada petugas, dan Tim SAR gabungan yang masih melakukan penyisiran segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Setelah berhasil diangkat dari perairan, jenazah Josua dibawa menggunakan perahu menuju Dermaga Muara Padang. Dari dermaga, korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum.
Proses identifikasi dan pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan penyebab kematian serta melengkapi administrasi sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Batang Arau. Peristiwa itu menjadi perhatian warga sekitar dan memicu operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi.
Upaya pencarian dilakukan selama tiga hari berturut-turut, menyusuri aliran sungai hingga ke area muara dan perairan sekitar Pulau Sinyaru. Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet dan alat bantu lainnya untuk memperluas area penyisiran.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya beraktivitas di aliran sungai, terutama saat debit air sedang tinggi atau arus sedang deras. Masyarakat, khususnya orang tua, diimbau untuk lebih mengawasi anak-anak mereka saat berada di dekat area perairan terbuka seperti sungai dan muara.
Pihak kepolisian dan Basarnas setempat juga mengingatkan warga untuk selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu keselamatan yang ada di sekitar bantaran sungai. Kejadian di Batang Arau ini menambah daftar panjang kecelakaan air di wilayah pesisir Padang.