360 Huntap untuk Penyintas Bencana Hidrometeorologi di Agam Dibangun 2026, Tersebar di Lubuk Basung dan Palembayan

Penulis: Zulkifli Arief  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:06:01 WIB
Ratusan unit hunian tetap bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam mulai dibangun pada 2026 di Lubuk Basung dan Palembayan.

LUBUK BASUNG — Ratusan penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam bakal menempati hunian tetap (huntap) tahun depan. Pemerintah pusat mengalokasikan 360 unit rumah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), tersebar di dua lokasi.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam, Rinaldi, merinci 280 unit berdiri di lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari, Nagari Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. Sisanya, 80 unit, dibangun di lahan milik Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan.

Lokasi Relokasi Berdasarkan Asal Penyintas

Huntap di BBI Gumarang khusus diperuntukkan bagi warga Nagari Tigo Koto Silungkang, Palembayan. Adapun hunian di Sungai Jariang menampung penyintas dari Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, dan wilayah lainnya.

"Sebanyak 298 penyintas di luar Kecamatan Palembayan bersedia pindah ke Sungai Jariang, Lubuk Basung," katanya di Lubuk Basung, Minggu.

Proses Tender Hampir Tuntas

Pembangunan kini memasuki tahap tender. Rinaldi optimistis proses administrasi selesai pada pertengahan September, sehingga pengerjaan fisik langsung dieksekusi. Data penerima bantuan telah dituangkan dalam surat keputusan (SK) Bupati Agam dan dipadankan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

620 Unit Huntap Tambahan dari Berbagai Sumber

Selain bantuan Kementerian PKP, Agam menerima 180 unit huntap terpadu dari Yayasan Buddha Suci pada 2026. Kepala Dinas menyebut arahan pembangunan ini juga datang dari Kementerian PKP.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat turut membangun 100 unit huntap di Agam pada tahun yang sama, kini dalam proses. Total hunian yang dibangun tahun ini mencapai 620 unit.

"620 unit huntap dibangun tahun ini dan berkemungkinan ada penambahan dari donatur. Apabila tidak ada, maka dilanjutkan pada tahun depan," ujarnya.

Standar Bangunan Tahan Gempa

Seluruh huntap dibangun dengan standar yang sama. Setiap donatur memiliki pilihan material, mulai dari bata interlock, sepablock produksi PT Semen Padang (bagian dari Semen Indonesia Group), hingga Rumah Anti Gempa (RAG) rancangan Universitas Andalas. Pilihan teknologi ini menjadi pertimbangan penting mengingat Sumatera Barat berada di zona rawan gempa.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top