JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam periode satu tahun kepemimpinannya. Capaian tersebut diumumkan di hadapan para anggota legislatif dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI-DPR RI Tahun 2026, Jumat.
Delapan komoditas yang dimaksud adalah beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Prabowo menyebut pencapaian ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh, hingga jajaran pemerintahan.
Di tengah klaim swasembada tersebut, Prabowo mengakui Indonesia masih bergantung pada impor untuk beberapa komoditas strategis. Salah satunya adalah bawang putih yang konsumsinya tinggi di dalam negeri.
"Kita masih belum swasembada bawang putih, kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih," ujar Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan secara nasional.
Selain bawang putih, pemerintah juga belum menargetkan swasembada untuk daging sapi dan daging kerbau. Meski begitu, Prabowo menilai kebutuhan protein masyarakat secara umum telah terpenuhi dari sumber pangan lain yang produksinya melimpah di dalam negeri.
"Pada dasarnya sebetulnya untuk protein kita sudah swasembada, yaitu protein dari ikan, protein dari telur, protein dari daging ayam," kata Prabowo.
Atas capaian swasembada pangan ini, Presiden memberikan penghargaan khusus kepada pihak-pihak yang dinilai berkontribusi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam agenda sidang tahunan yang sama.
"Di hari ini, saya tadi saya sudah menyampaikan penghargaan khusus kepada mereka-mereka yang sudah bekerja keras sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan ini," jelas Prabowo.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI ini merupakan agenda kenegaraan rutin dalam rangka menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Selain pidato kenegaraan, pemerintah juga menayangkan video capaian kinerja sebagai bagian dari laporan kepada lembaga legislatif.