PAYAKUMBUH — Pemerintah Kota Payakumbuh serius menggarap potensi peternakan kambing sebagai penopang ekonomi warga. Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Zulmaeta saat membuka Kontes Kambing Peranakan Etawa (PE) Wali Kota Cup 2026 di Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh, Ahad (2/8/2026). Ajang ini menjadi ajang adu kualitas ternak sekaligus ruang belajar bagi para peternak.
Kontes yang digagas HPDKI Payakumbuh bersama HPDKI Sumatera Barat ini diikuti peternak dari Kota Payakumbuh dan sejumlah daerah lain. Zulmaeta menilai kegiatan semacam ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah strategis untuk bertukar pengalaman dan memperluas jejaring.
Zulmaeta menyebut kambing Etawa dan Peranakan Etawa merupakan sumber daya genetik rumpun lokal Indonesia dengan segudang keunggulan. Selain produktivitas susunya yang baik, kambing PE punya ukuran tubuh relatif besar sehingga potensial sebagai penghasil daging.
“Potensi inilah yang mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan budidaya kambing Etawa dan Peranakan Etawa. Karena itu, saya menyambut baik pelaksanaan kontes ini sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik ternak sekaligus memperkuat daya saing peternak,” ujarnya.
Daya adaptasinya terhadap iklim tropis dan nilai ekonominya yang tinggi membuat komoditas ini layak dijadikan unggulan daerah.
Data Dinas Pertanian mencatat populasi kambing di Kota Payakumbuh berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 ekor pada periode 2021-2025. Angka ini dinilai masih bisa ditingkatkan, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas bibit dan manajemen pemeliharaan.
“Potensi yang kita miliki harus terus dikembangkan. Tidak hanya dari sisi jumlah ternak, tetapi juga kualitas bibit, manajemen pemeliharaan, produktivitas, dan kemampuan peternak dalam mengelola usaha secara berkelanjutan,” kata Zulmaeta.
Ia menekankan pentingnya penerapan tata kelola budidaya yang baik serta penguatan kelembagaan peternak agar usaha ini berjalan profesional.
Zulmaeta mengajak HPDKI dan kelompok tani ternak untuk memperkuat kelembagaan serta membangun kemitraan dengan pemerintah. Menurutnya, komunitas peternak memiliki peran strategis dalam mengembangkan usaha ini dari aspek ekonomi sekaligus lingkungan.
“Budidaya kambing memiliki prospek yang sangat baik. Saya berharap sektor ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus mendukung terwujudnya Payakumbuh yang maju dan bermartabat sebagaimana arah pembangunan dalam RPJPD Kota Payakumbuh Tahun 2025–2045,” ungkapnya.
Ia juga mengajak perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lain bersinergi mengembangkan komoditas ternak unggulan ini.
Momen kontes ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi wisata Payakumbuh. Zulmaeta mengajak peserta dari luar kota menikmati destinasi wisata dan kuliner yang menjadi daya tarik daerah.
“Saya mengucapkan selamat kepada segenap pengurus dan anggota HPDKI Payakumbuh maupun Sumatera Barat atas terselenggaranya Kontes Kambing Seni Peranakan Etawa Wali Kota Cup Tahun 2026. Terima kasih pula kepada seluruh peserta yang telah hadir. Semoga momentum ini menjadi sarana menambah wawasan, mempererat silaturahmi, sekaligus meningkatkan kualitas usaha peternakan kambing di daerah,” ujar Zulmaeta.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Padang Mangatas, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, pimpinan Bank Nagari Cabang Payakumbuh, serta dewan juri. (Jn)