Brighton Hadapi Musim Berat: Padatnya Jadwal Eropa dan Rentetan Laga Klasemen

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 22:59:31 WIB
Pemain Brighton & Hove Albion berlatih menghadapi padatnya jadwal Liga Conference dan Premier League musim 2026-27.

SUMATERA BARAT — Hanya finis di peringkat kedelapan Premier League musim lalu, Brighton sebenarnya nyaris lolos ke Liga Champions. Namun, kekalahan beruntun di akhir musim membuat mereka harus menjalani babak play-off kualifikasi Liga Conference 2026-27. Lawan mereka baru akan diketahui pada pengundian 3 Agustus mendatang.

Dengan keunggulan finansial yang besar dibanding kompetitor dari liga lain, The Seagulls dianggap sebagai kandidat kuat juara Liga Conference. Sebagian suporter bahkan sudah merencanakan perjalanan ke final di Istanbul. Namun, ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan pelatih Fabian Hurzeler sebelum itu.

Krisis Kedalaman Skuad di Sektor Sayap

Pengalaman buruk musim 2023-24 menjadi pelajaran berharga. Saat itu, jadwal ekstra di hari Kamis membuat performa tim domestik mereka jeblok. Musim lalu, masalah serupa muncul ketika pemain kunci absen. Kekurangan ini paling terasa di posisi penyerang sayap.

Kehilangan tiga pemain senior sekaligus, Solly March, Adam Webster, dan James Milner, membuat kedalaman skuad semakin menipis. Bek kanan Costinha dan duet bek tengah Luka Vuskovic serta Pascal Struijk siap mengisi. Namun, nama seperti Zadok Yohanna, pemain sayap muda dari AIK, menjadi andalan baru yang diharapkan bisa memberi warna.

Kepemimpinan Pascal Gross Jadi Kunci di Tengah Badai Cedera

Rata-rata usia skuad Brighton akan turun drastis musim ini. Di sinilah peran pemain senior seperti Pascal Gross menjadi krusial. Di usianya yang ke-35, Gross memang tak lagi mengandalkan kecepatan, tapi visi bermain dan kemampuan teknisnya di lini tengah tetap menjadi aset utama untuk melewati musim yang panjang dan melelahkan.

Hurzeler sendiri mulai menunjukkan perkembangan. Komentarnya soal gaya bermain Arsenal beberapa waktu lalu sempat memicu perdebatan dengan Mikel Arteta, tapi justru diterima positif oleh para pendukung Brighton yang sebelumnya sulit menerima pelatih berusia 33 tahun itu.

Masa Depan Danny Welbeck dan Target Musim Depan

Kabar buruk datang dari lini depan. Danny Welbeck yang menjadi top scorer dengan 14 gol di semua kompetisi musim lalu, dikabarkan akan hengkang ke Chelsea. Kehilangan pemain sekaliber Welbeck akan menjadi pukulan telak bagi daya gedor Brighton.

Meski begitu, ada secercah harapan dari pemain muda seperti Charalampos 'Babis' Kostoulas. Penyerang berusia 19 tahun itu mulai menunjukkan tajinya, termasuk lewat gol salto saat melawan Bournemouth. Ia diprediksi akan mendapat lebih banyak menit bermain musim ini.

Salah satu pekerjaan rumah yang belum beres adalah performa buruk melawan Crystal Palace. Sejak ditangani Hurzeler, Brighton belum pernah menang di derby tersebut. Suara ketidakpuasan masih terdengar dari tribun, meski dua kali finis di posisi kedelapan. Prediksi FourFourTwo menempatkan Brighton di peringkat kesembilan akhir musim, dengan sorotan pada adaptasi Vuskovic yang dibeli dari Spurs seharga £46 juta untuk menggantikan Jan Paul van Hecke yang dijual £52 juta.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top