PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memastikan banjir yang merendam sejumlah wilayah Kota Padang pada Senin (3/8/2026) disebabkan oleh hujan dengan durasi panjang yang mengguyur sejak malam hingga sore hari. Kondisi ini dipicu oleh kumpulan awan hujan yang memanjang dari wilayah Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, menjelaskan bahwa pertumbuhan awan tersebut diperkuat oleh adanya pertemuan atau konvergensi angin di wilayah barat Sumatera. Akibatnya, potensi hujan berintensitas tinggi tidak hanya melanda Padang, tetapi juga sejumlah daerah penyangga.
BMKG mengimbau masyarakat di tiga wilayah utama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras yang dapat memicu banjir susulan atau tanah longsor. Selain Kota Padang, daerah yang masuk daftar pantauan adalah:
Yudha menuturkan, berdasarkan analisis citra satelit dan data kelembapan udara, kondisi atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan masih cukup basah. Ia memperkirakan potensi hujan dengan intensitas tinggi akan bertahan hingga tiga hari ke depan.
"Karena kami juga melihat sifat kelembapannya masih ada. Itu bisa sampai tiga hari ke depan," ujar Yudha kepada Kompas.com, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan, hujan yang terjadi kali ini memiliki karakteristik durasi panjang. Hujan mulai turun sejak malam hari, berlanjut ke pagi, dan kembali menguat pada siang hingga sore hari. Pola ini yang kemudian menyebabkan genangan air sulit surut di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga.
Secara teknis, pembentukan awan hujan di wilayah ini dipicu oleh pola konvergensi angin, yaitu pertemuan massa udara yang memaksa udara naik dan membentuk awan konvektif. Fenomena ini umum terjadi di pesisir barat Sumatera saat memasuki periode transisi musim.
BMKG mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai, daerah cekungan, dan lereng bukit untuk lebih sigap memantau informasi cuaca terkini. Jika intensitas hujan kembali meningkat, potensi luapan air dan pergerakan tanah perlu diantisipasi lebih dini.