PADANG — Sebanyak 18 sepeda motor berknalpot brong terjaring dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar Polresta Padang pada akhir pekan kemarin. Operasi yang berlangsung dari pukul 19.30 WIB hingga 06.00 WIB ini memfokuskan sasaran pada aksi tawuran, balap liar, dan penyakit masyarakat lainnya.
Tim Khusus (Timsus) Charlie yang diterjunkan dalam operasi ini beranggotakan 21 personel. Mereka dipimpin langsung oleh Dantim Ipda Ryan Fermana, S.H., bersama Wadantim Ipda Doni Murdani.
Patroli perdana digelar di Jalan Pancasila, Kecamatan Padang Barat. Di lokasi ini, petugas mendapati empat sepeda motor dengan knalpot brong yang langsung diamankan ke markas.
Memasuki tengah malam, personel sempat mengikuti apel gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polresta Padang Kompol Afrides Roema, S.H. Dalam arahannya, ia menekankan agar patroli diperkuat hingga dini hari karena potensi tawuran dan balap liar meningkat pada malam akhir pekan.
Setelah apel, sasaran berikutnya adalah Jembatan Siti Nurbaya dan kembali ke Jalan Pancasila. Pada dua titik tersebut, polisi kembali mengamankan 11 sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak standar.
Pemeriksaan berlanjut ke kawasan Simpang Lamun Ombak di Jalan Khatib Sulaiman. Berbeda dengan lokasi sebelumnya, pantauan petugas di titik ini menunjukkan situasi aman tanpa gangguan yang menonjol.
Menjelang pukul 02.30 WIB, giliran kawasan Simpang SPBU Sawahan yang diperiksa. Dari razia tersebut, tiga sepeda motor berknalpot brong kembali diamankan dan dibawa ke Polresta Padang untuk diproses sesuai ketentuan.
Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo menegaskan bahwa KRYD merupakan langkah preventif yang terus dijalankan jajarannya. Patroli di titik rawan akan ditingkatkan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Ia menyebut pelanggaran seperti penggunaan knalpot brong, balap liar, maupun tawuran bakal ditindak tegas demi menciptakan lingkungan yang tertib. Kombes Apri juga mengajak para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak berada di luar rumah hingga larut malam.
"Kerja sama antara kepolisian dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi menjaga Kota Padang tetap aman dan nyaman," ujarnya. Seluruh kendaraan yang diamankan kini menjalani proses penindakan di Polresta Padang.