SUMATERA BARAT — Galaxy Z Fold8 dan saudaranya hadir dengan perubahan fundamental pada struktur internal, bukan sekadar pembaruan spesifikasi tahunan. Samsung mengklaim pendekatan baru ini menjawab keluhan klasik pengguna foldable: bodi terlalu tebal, layar mudah rusak, dan baterai cepat habis. Hasilnya, Z Fold8 Ultra kini memiliki profil lebih ramping dengan daya tahan yang diklaim lebih baik.
Titanium dipilih karena rasio kekuatan terhadap bobotnya yang tinggi. Material ini lebih tahan terhadap deformasi akibat tekanan konstan dibanding logam lain yang umum dipakai. Namun tantangan terbesar adalah membuat material sekaku titanium tetap fleksibel untuk aktivitas lipat-buka harian.
Samsung mendesain ulang struktur penyangga yang melindungi panel ultra-thin OLED. Implementasi Flex Titanium mengurangi ketebalan modul display hingga 10 persen. Efek sampingnya positif: lipatan layar (crease) makin samar, dan ruang internal tambahan dipakai untuk komponen lain yang lebih besar.
Ruang ekstra dari struktur display yang ramping dimanfaatkan untuk sektor daya. Samsung mengadopsi material silikon karbon (silicon-carbon anode) yang memiliki densitas energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional. Teknologi ini memungkinkan Z Fold8 Ultra membawa baterai 5.000 mAh tanpa membuat bodi menggendut.
Arsitektur Dual-Path Charging mendistribusikan arus listrik melalui dua jalur secara bersamaan. Sistem ini menjaga suhu tetap dingin selama pengisian dan membuat aliran daya lebih stabil. Dengan 45W Super Fast Charging, Z Fold8 Ultra terisi hingga 67 persen dalam sekitar 30 menit.
Untuk Galaxy Z Flip8 yang lebih ringkas, Samsung menerapkan arsitektur pengisian khusus yang disesuaikan dengan proporsi ruang dan sistem pendingin pada desain compact tersebut.
Sunghoon Moon, Executive Vice President and Senior Executive of Mobile R&D Office - Hardware, Mobile eXperience (MX) Business, Samsung Electronics, menegaskan bahwa kunci utama dari tipis dan tangguhnya Z Series terbaru adalah pengembangan menyeluruh, bukan optimasi komponen parsial.
"Pada smartphone foldable, tiap komponen saling berkaitan. Ketika kami ingin membuat perangkat lebih tipis, display, hinge, baterai, sistem pendingin, hingga struktur internal harus didesain ulang secara bersamaan. Samsung tidak mengoptimalkan setiap komponen secara terpisah, melainkan mengembangkan seluruh perangkat sebagai satu sistem," ujar Moon di sela Samsung Unpacked 2026 di London.
Sebelum dipasarkan, Galaxy Z Series terbaru melewati lebih dari 100 pengujian keandalan di laboratorium. Pengujian mencakup simulasi uji jatuh, lipat berulang, tekanan ekstrem, hingga uji ketahanan terhadap kelembapan dan paparan debu.
Moon menambahkan bahwa pengembangan tujuh generasi Galaxy Z Series selalu berangkat dari perilaku pengguna. "Sejak awal, kami melihat foldable bukan hanya sebagai form factor baru, tapi sebagai cara baru bagi pengguna dalam berinteraksi dengan smartphone. Selama tujuh generasi, kami terus mempelajari bagaimana pengguna membuka, melipat, membawa, hingga mengandalkan perangkat mereka dalam keseharian," jelasnya.
Galaxy Z Fold8 series cocok untuk pengguna yang menginginkan foldable dengan daya tahan baterai lebih lama tanpa kompromi ketipisan bodi. Fleksibilitas layar yang dipertahankan dengan material titanium juga menjadi nilai jual utama bagi mereka yang sebelumnya ragu dengan durabilitas layar lipat.