Pemprov Sumbar dan Unand Siapkan Hilirisasi Riset Maggot hingga BioVORA untuk Jawab Tantangan Pembangunan Daerah

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 12:51:01 WIB
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menghadiri audiensi bersama FMIPA Universitas Andalas di Padang, Kamis (tanggal).

PADANG — Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani riset akademik dengan kebutuhan riil di lapangan. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari kampus harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga dan daya saing daerah.

"Kami ingin hasil-hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya menjadi publikasi ilmiah, tetapi benar-benar diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap membangun kolaborasi agar inovasi kampus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah," ujar Mahyeldi dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis.

Empat Inovasi Siap Diterapkan di Masyarakat

Dalam pertemuan tersebut, FMIPA Unand memaparkan sejumlah riset yang dinilai siap untuk dihilirisasi. Salah satunya adalah teknologi budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF) yang berfungsi mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan ikan bernilai ekonomis.

Selain itu, ada BioVORA, bioaktivator berbasis konsorsium mikroba lokal yang diklaim mampu mempercepat pengomposan limbah organik sekaligus meningkatkan kualitas pupuk. Inovasi ini dinilai sejalan dengan upaya pengembangan pertanian berkelanjutan di ranah Minang.

Unand juga memperkenalkan teknologi kultur jaringan untuk menghasilkan bibit unggul dan menjaga plasma nutfah, serta pengembangan lebah galo-galo beserta produk turunannya. Komoditas lebah ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Mengapa Hilirisasi Riset Menjadi Prioritas?

Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Dr. Mai Efdi, menyebut pihaknya berkomitmen mendorong hasil penelitian menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Pihaknya tidak ingin karya ilmiah hanya menjadi dokumen di perpustakaan.

"Kami ingin hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya ilmiah. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, kami ingin mempercepat hilirisasi inovasi agar menjadi solusi nyata yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Langkah Konkret Pemprov Sumbar dan Balitbang

Menindaklanjuti audiensi tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumbar, Febrina Tri Susila Putri, menyatakan akan segera menyusun program kolaboratif. Fokus kerja sama ini meliputi percepatan hilirisasi riset, pengembangan inovasi daerah, pengelolaan sampah berbasis teknologi, hingga peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).

Sinergi ini dinilai menjadi langkah awal untuk menjadikan riset sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Dengan begitu, program yang dijalankan pemerintah tidak lagi berbasis asumsi, melainkan data dan ilmu pengetahuan, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top