LUBUK BASUNG — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam menanam 600 bibit pohon produktif di lokasi yang pernah dilanda banjir bandang di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Bibit yang ditanam berupa durian, cengkeh, alpukat, dan pala. Langkah ini bukan sekadar penghijauan, tetapi bagian dari program pemulihan dini pascabencana hidrometeorologi yang didukung PMI Pusat dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).
Ketua PMI Agam Masrizal di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan pemilihan bibit pohon produktif itu disengaja. "Pohon yang kita tanam bisa menjaga kelestarian lingkungan terdampak bencana dan buahnya bisa menambah pendapatan dari warga sekitar," ujarnya. Dengan begitu, dalam beberapa tahun ke depan warga setempat bisa memanen durian, cengkeh, alpukat, dan pala dari lahan yang dulu rusak akibat banjir bandang.
Penanaman ini hanya satu dari tiga komponen program fase pemulihan dini. PMI Agam juga membangun sumur bor sebagai sarana penyediaan air bersih bagi masyarakat yang masih sulit mengakses sumber air pasca-banjir. Selain itu, dibentuk kelompok Siaga Bencana Berbasis Nagari (SIBAT) untuk memperkuat kapasitas warga dalam mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat nagari.
"Program fase pemulihan dini pascabencana telah ditutup, Kamis (23/7/2026). Kegiatan penutupan ditandai dengan penyerahan sumur bor air bersih, aksi penghijauan, serta pembentukan Kelompok SIBAT," kata Masrizal.
PMI Agam berharap program ini membuat masyarakat Nagari Sungai Batang semakin tangguh, mandiri, dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dengan adanya SIBAT, warga diharapkan mampu melakukan evakuasi mandiri dan mitigasi awal sebelum bantuan luar tiba. Sementara sumur bor menjamin pasokan air bersih yang sempat terputus pasca-banjir.
Penghijauan dengan bibit produktif juga menjadi investasi jangka panjang. Jika pohon-pohon itu tumbuh, akarnya akan memperkuat struktur tanah di lokasi rawan longsor dan banjir bandang. Ditambah lagi, hasil panennya bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga terdampak.